Waka MPR Dorong Pembangunan Berbasis Data Kebudayaan Akurat, Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat
Waka MPR Dorong Pembangunan Berbasis Data Kebudayaan Akurat, Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat

Waka MPR Dorong Pembangunan Berbasis Data Kebudayaan Akurat, Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat

Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa data kebudayaan yang akurat menjadi fondasi penting dalam upaya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dalam sambutannya pada sebuah forum budaya nasional, Lestari menekankan perlunya integrasi data budaya ke dalam perencanaan kebijakan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses digitalisasi warisan budaya.

  • Mengidentifikasi potensi budaya daerah secara tepat.
  • Mengalokasikan sumber daya dan anggaran pembangunan dengan efisien.
  • Menjaga kelestarian warisan budaya di tengah arus modernisasi.
  • Meningkatkan daya tarik pariwisata berbasis budaya.

Ia juga mengingatkan bahwa data yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat menimbulkan kebijakan yang tidak tepat sasaran, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi kreatif dan mengurangi nilai budaya yang ada.

Untuk mewujudkan data kebudayaan yang akurat, Lestari mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain:

  1. Pengembangan platform digital terpusat yang mengumpulkan data dari lembaga kebudayaan, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.
  2. Pelatihan bagi peneliti, pengelola museum, dan pelaku budaya dalam metodologi pengumpulan data yang standar.
  3. Kolaborasi dengan institusi akademik untuk validasi dan verifikasi data.
  4. Penggunaan teknologi GIS dan big data untuk pemetaan kebudayaan secara geografis.

Lestari juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam proses digitalisasi warisan budaya. Ia menekankan pentingnya kontribusi sukarela dalam mengumpulkan, mendokumentasikan, dan menyebarkan informasi budaya melalui media digital, sehingga pengetahuan budaya dapat diakses lebih luas dan terjaga untuk generasi mendatang.

Sebagai penutup, Lestari menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku budaya, dan masyarakat umum akan memperkuat basis data kebudayaan Indonesia. Dengan data yang akurat, pembangunan dapat dirancang lebih inklusif, berkelanjutan, dan menghargai keragaman budaya bangsa.