Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, menyoroti pentingnya dialog terbuka antara tokoh politik senior dan presiden.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, Daulay meminta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), untuk menyampaikan saran serta kritik secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, masukan langsung dari JK dapat memperkuat koordinasi kebijakan dan membantu mengatasi tantangan yang dihadapi pemerintah.
Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa kritik konstruktif bukanlah bentuk penolakan, melainkan upaya untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan. Ia menambahkan bahwa hubungan yang kuat antara presiden dan wakil presiden dapat menjadi jembatan bagi partai-partai politik untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
Berikut poin utama yang disampaikan Daulay:
- JK diharapkan menyampaikan masukan secara pribadi kepada Prabowo, bukan melalui pernyataan publik yang dapat menimbulkan spekulasi.
- Kritik yang disampaikan harus bersifat konstruktif, fokus pada kebijakan dan program pemerintahan.
- Dialog langsung diharapkan dapat mempercepat penyelesaian isu-isu strategis, seperti ekonomi, keamanan, dan kesejahteraan sosial.
Jusuf Kalla, yang pernah menjabat sebagai wakil presiden selama dua periode, dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengalaman luas dalam politik dan diplomasi. Sebelumnya, ia pernah menjadi mediator dalam berbagai konflik politik nasional.
Presiden Prabowo Subianto, yang menjabat sejak 2024, telah menekankan pentingnya kolaborasi lintas partai dalam mewujudkan program pembangunan. Ia menyambut baik masukan konstruktif dari semua pihak, termasuk dari JK.
Para pengamat politik menilai bahwa permintaan Daulay mencerminkan dinamika politik internal yang sedang berlangsung, di mana partai-partai berusaha menyeimbangkan kepentingan masing‑masing dengan agenda nasional.




