Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Dorong Pendidikan Inklusif di NTB
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Dorong Pendidikan Inklusif di NTB

Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Dorong Pendidikan Inklusif di NTB

Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Hj. Sari Yuliati, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penerapan pendidikan inklusif yang berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kunjungan kerja beliau ke sejumlah sekolah di Lombok dan Sumbawa pada pekan lalu menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan lingkungan belajar yang ramah bagi semua anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus.

Dalam pertemuan dengan guru, kepala sekolah, serta orang tua murid, Sari Yuliati menekankan pentingnya penyediaan fasilitas fisik yang dapat diakses, kurikulum yang adaptif, serta pelatihan intensif bagi tenaga pendidik. Ia mengingatkan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar kebijakan formal, melainkan praktik nyata yang harus dirasakan manfaatnya oleh setiap siswa.

Langkah konkret yang diusulkan

  • Peningkatan anggaran khusus untuk pembangunan ramp, toilet ramah difabel, dan materi ajar yang dapat disesuaikan.
  • Program pelatihan guru selama 120 jam yang meliputi metodologi pengajaran diferensial dan penggunaan teknologi bantu.
  • Kolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan universitas untuk riset serta pengembangan model pembelajaran inklusif.
  • Pembentukan tim monitor di masing‑masing kabupaten yang melaporkan progres secara berkala kepada DPR.

Target jangka pendek dan menengah

Tahun Jumlah Sekolah Inklusif Terverifikasi Guru Terlatih
2024 45 1.200
2025 78 2.500
2026 120 4.000

Sari Yuliati juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat luas, termasuk orang tua, tokoh agama, dan pelaku usaha lokal, dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman kemampuan belajar. Ia mengajak semua pihak untuk bersama‑sama menegakkan nilai keadilan dan kesempatan yang setara dalam pendidikan.

Penutupnya, Wakil Ketua DPR menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya meningkatkan kualitas belajar bagi siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga memperkaya pengalaman sosial bagi seluruh siswa, sehingga menghasilkan generasi yang lebih inklusif dan berdaya saing.