Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Gandeng UMKM, Koperasi, ITB, dan Pariwisata untuk Atasi Sampah, PKL, dan Krisis Kebun Binatang
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Gandeng UMKM, Koperasi, ITB, dan Pariwisata untuk Atasi Sampah, PKL, dan Krisis Kebun Binatang

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Gandeng UMKM, Koperasi, ITB, dan Pariwisata untuk Atasi Sampah, PKL, dan Krisis Kebun Binatang

Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | Bandung, 14 Mei 2026 – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan serangkaian langkah strategis yang melibatkan usaha mikro, koperasi, lembaga akademik, serta sektor pariwisata untuk memperkuat perekonomian kota sekaligus menangani tantangan lingkungan dan sosial.

Digitalisasi UMKM dan Koperasi

Pemkot Bandung terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi melalui program strategis nasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Hingga kini tercatat 151 KKMP tersebar di seluruh kota, mayoritas bergerak di bidang kebutuhan pokok seperti beras dan minyak, sesuai arahan Wali Kota. Selain itu, inovasi “Program Koperasi Kakak Asuh” menghubungkan koperasi besar dengan KKMP untuk transfer pengetahuan, pengembangan usaha, dan peningkatan kapasitas mandiri.

Program pengembangan UMKM Center dan Kuliner Center juga digiatkan di 30 kecamatan, menjadi titik sentral pemberdayaan pelaku UMKM, ruang promosi produk lokal, serta katalis pertumbuhan ekonomi wilayah. Keberhasilan Bandung Fair 2025 di Kiara Artha Park, yang menarik peserta dari 14 negara, menegaskan potensi pasar internasional bagi produk-produk lokal.

Koordinasi Penertiban PKL dengan Pemerintah Provinsi

Penertiban bangunan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Eyckman pada 12 Mei 2026 dilaksanakan bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat. Wali Kota Farhan memastikan koordinasi erat dengan Gubernur Dedi Mulyadi, menekankan bahwa bangunan liar yang dibongkar berada di sekitar kantor provinsi lama. Petugas telah mengingatkan pedagang untuk membongkar secara mandiri; bagi yang belum, Satpol PP mengambil tindakan.

Kolaborasi ITB dalam Penanganan Sampah

Dalam upaya mengatasi akumulasi sampah harian mencapai 1.600–1.700 ton, Pemkot Bandung menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 13 Mei 2026, wakil rektor ITB Agus Jatnika menyatakan kesiapan menjadi fasilitator implementasi teknologi pengolahan sampah, mulai dari pemanfaatan styrofoam, pembuatan brick block dari plastik, hingga pengolahan organik berbasis ekonomi sirkular.

Para akademisi ITB menekankan pentingnya perubahan paradigma masyarakat, agar sampah dipandang sebagai sumber nilai ekonomi, bukan sekadar beban. Konsep “circular activator” diadaptasi dari model Melbourne, melibatkan komunitas dan startup dalam menciptakan rantai nilai baru.

Kebun Binatang Bandung di Bawah Sorotan Internasional

Kematian anak harimau Bengal, Hara dan Huru, pada akhir Maret 2026 akibat virus feline panleukopenia memicu kepedulian lembaga konservasi di India. Danny Gunalen, perwakilan Vantara, menilai kejadian tersebut menimbulkan sorotan global dan mengusulkan peninjauan kembali pengelolaan Bandung Zoo. Meskipun kondisi umum satwa dinyatakan terpantau terkendali, pihak pengelola diminta meningkatkan standar perawatan untuk menghindari insiden serupa.

Prediksi Lonjakan Wisatawan pada Libur Panjang

Farhan memproyeksikan Bandung akan diserbu wisatawan selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih. Acara Milangkala Tatar Sunda (16‑17 Mei) serta Bandung Run 10K pada 17 Mei menjadi magnet utama, ditambah pertandingan persaingan sepakbola antara Persib Bandung dan PSM Makassar. Antisipasi keramaian meliputi penanganan sampah intensif, peningkatan keamanan, serta koordinasi transportasi massal.

Secara keseluruhan, kebijakan terpadu yang melibatkan sektor ekonomi kreatif, lingkungan, dan keamanan publik menunjukkan komitmen Wali Kota Muhammad Farhan untuk menjadikan Bandung kota yang adaptif, berkelanjutan, dan menarik bagi investor serta wisatawan.