Wamen KKP Dorong Standarisasi Budidaya Berkelanjutan, Tinjau Praktik Taruna RAS Politeknik KP Sidoarjo
Wamen KKP Dorong Standarisasi Budidaya Berkelanjutan, Tinjau Praktik Taruna RAS Politeknik KP Sidoarjo

Wamen KKP Dorong Standarisasi Budidaya Berkelanjutan, Tinjau Praktik Taruna RAS Politeknik KP Sidoarjo

Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) melakukan kunjungan langsung ke Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sidoarjo untuk menilai penerapan sistem budidaya recirculating aquaculture system (RAS) yang dikelola oleh taruna. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat standar budidaya perikanan berkelanjutan serta menjadikan kampus sebagai contoh praktik nasional.

Selama inspeksi, Wamen KKP menekankan pentingnya optimalisasi lahan kampus sebagai pusat inovasi teknologi perikanan. Menurutnya, integrasi antara pendidikan, riset, dan produksi dapat mempercepat adopsi metode budidaya yang ramah lingkungan, mengurangi tekanan pada perairan terbuka, dan meningkatkan nilai tambah produk perikanan.

Beberapa poin utama yang disorot dalam kunjungan antara lain:

  • Implementasi sistem RAS yang memanfaatkan sirkulasi air tertutup, sehingga mengurangi kebutuhan air hingga 90% dibandingkan budidaya konvensional.
  • Penerapan standar sanitasi dan biosekuriti yang ketat untuk mencegah penyebaran penyakit.
  • Pemanfaatan limbah organik dari sistem sebagai pupuk bagi tanaman di area kampus, menciptakan model ekonomi sirkular.
  • Penggunaan sensor dan platform digital untuk memantau kualitas air secara real‑time.

Program ini sejalan dengan prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mewujudkan budidaya berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor perikanan. Politeknik KP Sidoarjo diproyeksikan menjadi laboratorium nasional yang dapat direplikasi oleh institusi pendidikan lain serta industri perikanan.

Ke depan, Kementerian berencana mengembangkan panduan standar RAS yang dapat diadopsi secara luas, serta menyediakan bantuan teknis dan finansial bagi perguruan tinggi yang ingin mengimplementasikan sistem serupa. Diharapkan, model ini akan mempercepat pencapaian target nasional dalam pengelolaan sumber daya perairan yang lestari.