Wamendag Ajak Perempuan Pengusaha UMKM Berdaya Lewat Platform Digital
Wamendag Ajak Perempuan Pengusaha UMKM Berdaya Lewat Platform Digital

Wamendag Ajak Perempuan Pengusaha UMKM Berdaya Lewat Platform Digital

Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan platform digital. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh ratusan pelaku usaha perempuan, Dyah Roro menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar.

Berikut beberapa langkah konkret yang diusulkan dalam agenda tersebut:

  1. Peningkatan Literasi Digital: Menyelenggarakan workshop intensif tentang e‑commerce, pemasaran digital, dan manajemen data.
  2. Akses ke Platform Marketplace: Membantu pelaku usaha mengoptimalkan toko di platform seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, serta media sosial seperti Instagram dan TikTok.
  3. Pembiayaan Mikro: Menyediakan skema kredit lunak dan hibah bagi UMKM perempuan yang ingin mengembangkan infrastruktur digital.
  4. Mentoring dan Jejaring: Menghubungkan pengusaha dengan mentor industri serta komunitas digital untuk berbagi praktik terbaik.
  5. Penguatan Brand Lokal: Mendorong penggunaan label “Produk Indonesia” dan sertifikasi halal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dyah Roro menambahkan bahwa pemilihan platform harus disesuaikan dengan karakteristik produk dan target pasar. Sebagai contoh, produk fashion dan aksesoris seringkali lebih efektif dipasarkan melalui Instagram atau TikTok karena visualnya yang kuat, sementara produk kebutuhan rumah tangga dapat memanfaatkan marketplace seperti Shopee yang menawarkan layanan logistik terintegrasi.

Beberapa platform digital yang direkomendasikan meliputi:

  • Tokopedia – Marketplace dengan fitur pembayaran terintegrasi.
  • Shopee – Menyediakan program promo dan dukungan logistik.
  • Bukalapak – Fokus pada pelaku usaha lokal.
  • Instagram – Kanal visual untuk branding dan penjualan langsung.
  • TikTok – Memungkinkan konten video pendek yang viral.
  • WhatsApp Business – Mempermudah komunikasi dan transaksi langsung dengan konsumen.

Pemerintah juga menyiapkan portal khusus yang berisi modul pembelajaran, tutorial video, serta forum tanya jawab bagi perempuan pengusaha yang ingin mengembangkan usaha secara digital. Portal tersebut akan terintegrasi dengan sistem Kartu Prakerja sehingga peserta dapat memperoleh sertifikat yang dapat meningkatkan kredibilitas usaha mereka.

Dengan strategi ini, diharapkan perempuan UMKM dapat memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional bahkan internasional, meningkatkan pendapatan, serta menciptakan lapangan kerja baru. Dyah Roro menutup acara dengan harapan bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas digital akan menghasilkan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.