Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menekankan pentingnya Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk berperan aktif dalam proses pembuatan kebijakan publik. Menurutnya, PIKI tidak seharusnya hanya menjadi organisasi seremonial, melainkan harus menjadi agen perubahan yang dapat memberikan kontribusi substantif bagi masyarakat.
Latar Belakang PIKI
PIKI merupakan organisasi yang mewadahi kaum intelegensia Kristen di Indonesia. Sejak berdiri, organisasi ini telah berperan dalam bidang pendidikan, sosial, dan kebudayaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, peran PIKI dalam arena politik dan kebijakan publik masih terbatas.
Arahan Wamendagri
Ribka Haluk mengajak PIKI untuk lebih terlibat dalam dialog kebijakan, terutama yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan, pluralisme, dan keadilan sosial. Ia menekankan bahwa kehadiran PIKI sebagai suara intelektual Kristen dapat memperkaya perspektif pembuat kebijakan dan membantu menciptakan kebijakan yang lebih inklusif.
Harapan Terhadap PIKI
Harapan utama pemerintah adalah agar PIKI dapat meninggalkan legasi nyata melalui:
- Pengajuan rekomendasi kebijakan berbasis riset dan data.
- Partisipasi dalam forum-forum konsultasi publik.
- Pengembangan program edukasi bagi anggota tentang proses legislatif dan advokasi kebijakan.
- Kolaborasi dengan lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat sipil lainnya.
Langkah Konkret yang Dapat Diambil
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, PIKI dapat melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Membentuk tim riset kebijakan yang terdiri dari akademisi dan praktisi.
- Menyusun white paper terkait isu-isu kritis seperti kebebasan beragama, perlindungan minoritas, dan pembangunan berkelanjutan.
- Menjalin kemitraan dengan kementerian terkait untuk mengadakan lokakarya dan seminar.
- Memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menyebarkan analisis kebijakan secara luas.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan PIKI tidak hanya menjadi simbol kebersamaan intelektual Kristen, melainkan juga menjadi motor penggerak kebijakan yang memberikan dampak positif bagi seluruh warga negara.




