Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menyatakan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah di Papua Pegunungan telah mengambil alih penanganan para pengungsi yang melarikan diri dari konflik suku di wilayah Polres Jayawijaya. Konflik antar suku yang terjadi pada awal pekan ini memaksa ratusan warga mengungsi ke posko darurat yang didirikan di beberapa kecamatan.
Ribka Haluk menegaskan bahwa proses pemulangan akan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan aparat keamanan, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), serta tokoh masyarakat setempat. Pemulangan direncanakan dimulai dalam dua minggu ke depan setelah kondisi keamanan dan kebersihan wilayah dinyatakan aman.
- Identifikasi dan verifikasi data pengungsi selesai pada minggu pertama.
- Penyediaan transportasi darat dan udara untuk memindahkan pengungsi ke tempat asal.
- Pembentukan tim pendamping untuk memastikan hak-hak pengungsi terpenuhi selama proses pemulangan.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk melakukan mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa guna mencegah terulangnya konflik serupa. Upaya rekonsiliasi melibatkan tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Seluruh langkah ini diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan stabilitas bagi warga Jayawijaya serta mengurangi beban sosial‑ekonomi yang ditimbulkan oleh krisis pengungsian.




