Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menekankan pentingnya pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas untuk memperdalam pemahaman materi pelajaran serta mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang akan datang.
IFP adalah perangkat interaktif yang menggabungkan layar sentuh, proyektor, dan aplikasi edukatif, memungkinkan guru menampilkan konten multimedia, animasi, serta kuis secara real‑time. Fitur drag‑and‑drop, anotasi, dan kolaborasi daring mempermudah penjelasan konsep yang rumit.
Sejak 2022, lebih dari 15.000 unit IFP telah disalurkan ke sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Berdasarkan survei internal, 78 % guru melaporkan peningkatan motivasi belajar siswa, sementara nilai rata‑rata matematika naik 6 poin setelah penggunaan IFP selama satu semester.
- Meningkatkan interaksi antara guru dan siswa
- Menyajikan materi secara visual dan audio
- Memberikan umpan balik langsung melalui kuis
- Mendukung pendekatan pembelajaran diferensiasi
Wamendikdasmen menegaskan bahwa IFP juga berfungsi sebagai sarana persiapan TKA. Simulasi soal interaktif dan penilaian otomatis memungkinkan siswa mengidentifikasi kelemahan belajar dan melakukan perbaikan sebelum tes resmi.
Pemerintah berencana menambah alokasi anggaran untuk pembelian IFP di daerah tertinggal serta meluncurkan program pelatihan guru berbasis daring. Targetnya, pada tahun 2025 semua sekolah negeri memiliki minimal satu unit IFP yang berfungsi penuh.
Implementasi IFP diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga menumbuhkan budaya digital di lingkungan sekolah, selaras dengan visi Indonesia 2045 yang menekankan literasi teknologi bagi generasi muda.




