Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, menekankan pentingnya integrasi dan kolaborasi antara berbagai sektor untuk memperkuat ekonomi kreatif Indonesia. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, lembaga pendidikan, dan komunitas kreatif dapat menciptakan ekosistem yang lebih dinamis, inovatif, dan berkelanjutan.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Peningkatan nilai tambah: Kolaborasi memungkinkan produk kreatif mendapatkan sentuhan teknologi, desain, dan pemasaran yang lebih baik, sehingga nilai jualnya meningkat.
- Pembentukan jaringan: Kerjasama lintas sektor membuka akses ke pasar baru, baik domestik maupun internasional, serta mempermudah transfer pengetahuan.
- Dukungan kebijakan: Pemerintah berkomitmen menyediakan regulasi yang memfasilitasi inovasi, termasuk insentif fiskal dan kemudahan perizinan bagi startup kreatif.
- Peningkatan sumber daya manusia: Program pelatihan bersama perguruan tinggi dan industri diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dalam bidang desain, animasi, game, musik, dan seni rupa.
Dalam rangka mengimplementasikan strategi ini, Wamenekraf mengusulkan beberapa langkah konkret:
- Mengadakan forum reguler yang melibatkan pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta.
- Menyusun roadmap kolaboratif yang memetakan proyek bersama, pendanaan, dan target pencapaian.
- Menjalin kemitraan dengan platform digital untuk memasarkan produk kreatif secara global.
- Memberdayakan inkubator dan akselerator yang fokus pada startup kreatif.
Dengan pendekatan ini, diharapkan ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.




