Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Wang Yi, dijadwalkan memberikan pidato di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada pekan depan. Dalam sambutannya, ia menekankan peran strategis PBB sebagai fondasi utama bagi tata‑kelola global yang damai dan berkeadilan.
Wang Yi menyoroti tiga aspek utama yang menjadi fokus pembicaraan:
- Peran multilateralitas: Menegaskan bahwa tantangan seperti perubahan iklim, pandemi, dan konflik regional hanya dapat diatasi melalui kerja sama lintas negara.
- Pembaruan struktural PBB: Mengusulkan reformasi dalam mekanisme Dewan Keamanan dan peningkatan representasi negara‑negara berkembang.
- Penegakan hukum internasional: Mengajak anggota PBB untuk menghormati kedaulatan negara sambil menegakkan aturan yang mengikat semua pihak.
Pidato tersebut juga diharapkan menjadi platform bagi China untuk memperkuat diplomasi publiknya, sekaligus menanggapi kritik yang menyebut Beijing mencoba mempengaruhi agenda global secara berlebihan. Wang Yi menegaskan bahwa China tetap berkomitmen pada prinsip tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain, sambil mendukung upaya kolektif mengatasi isu‑isu bersama.
Para pengamat politik internasional memandang bahwa pidato ini dapat menjadi indikator arah kebijakan luar negeri China pada masa pasca‑pandemi, terutama dalam konteks persaingan geopolitik dengan Amerika Serikat. Jika Beijing berhasil memperoleh dukungan mayoritas untuk reformasi PBB, hal itu dapat memperkuat posisi China sebagai pemimpin dalam tata‑kelola internasional.




