Wapres Gibran Janjikan Solusi Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer di SD Inpres Kaniti Kupang
Wapres Gibran Janjikan Solusi Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer di SD Inpres Kaniti Kupang

Wapres Gibran Janjikan Solusi Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer di SD Inpres Kaniti Kupang

Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan komitmen pemerintah untuk menemukan solusi konkret guna meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan PPPK yang mengabdi di SD Inpres Kaniti, Kupang. Kunjungan beliau ke sekolah menjadi momen penting mengingat peran guru non‑PNS dalam mencerdaskan generasi muda di wilayah timur.

Gibran menyampaikan bahwa guru honorer dan PPPK merupakan pilar utama dalam pelaksanaan kurikulum nasional, sehingga kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas. Beliau berjanji akan mengkoordinasikan pihak terkait, termasuk Kementerian Pendidikan, Kementerian Keuangan, serta pemerintah daerah, untuk meninjau kembali struktur remunerasi, tunjangan, dan jaminan sosial.

Beberapa poin utama yang diharapkan menjadi fokus kebijakan antara lain:

  • Peninjauan kembali besaran honorarium bulanan agar mendekati standar minimum regional.
  • Pemberian tunjangan kesehatan dan pensiun yang setara dengan guru PNS.
  • Penyediaan program pelatihan dan pengembangan kompetensi secara rutin.
  • Penguatan mekanisme evaluasi kinerja yang transparan.

Selain itu, Gibran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyalurkan alokasi anggaran pendidikan secara tepat sasaran. Ia juga meminta partisipasi aktif serikat guru serta masyarakat untuk memastikan kebijakan yang diambil bersifat inklusif dan berkelanjutan.

Guru honorer di SD Inpres Kaniti menyambut baik janji tersebut, meski menilai bahwa realisasi kebijakan harus diikuti dengan tindakan cepat. “Kami berharap apa yang disampaikan dapat segera diwujudkan, karena kesejahteraan kami berpengaruh langsung pada kualitas pembelajaran siswa,” ujar salah satu guru honorer.

Dengan langkah ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan motivasi tenaga pendidik, tetapi juga memberi dampak positif terhadap prestasi belajar anak‑anak di wilayah Kupang secara keseluruhan.