Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Kaniti di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada hari itu untuk meninjau kondisi guru honorer dan menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.
Guru honorer di SD Kaniti, yang mayoritas mengajar tanpa ikatan tetap, mengeluhkan rendahnya gaji serta kurangnya jaminan sosial. Gibran menegaskan bahwa masalah ini akan menjadi prioritas dalam agenda kebijakan pendidikan nasional.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh Wapres:
- Peninjauan kembali skema penggajian guru honorer agar selaras dengan standar upah minimum daerah.
- Pembentukan mekanisme penyaluran tunjangan kesehatan dan pensiun bagi guru tidak tetap.
- Peningkatan pelatihan profesionalitas melalui program pemerintah daerah dan kementerian.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang menambahkan bahwa data terbaru menunjukkan sekitar 65% tenaga pendidik di wilayah tersebut berstatus honorer, dengan rata‑rata gaji di bawah Rp1,5 juta per bulan. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pusat dan daerah dapat mempercepat proses regulasi.
Gibran juga meminta kontribusi dari lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, serta komunitas lokal untuk menciptakan program pendukung yang berkelanjutan. Ia menutup kunjungan dengan harapan bahwa dalam waktu dekat akan ada kebijakan konkret yang dapat meningkatkan taraf hidup para guru honorer, sehingga kualitas pendidikan di SD Kaniti dapat lebih optimal.




