Wapres Gibran Lepas Keberangkatan Presiden Prabowo ke KTT Ke-48 ASEAN di Filipina
Wapres Gibran Lepas Keberangkatan Presiden Prabowo ke KTT Ke-48 ASEAN di Filipina

Wapres Gibran Lepas Keberangkatan Presiden Prabowo ke KTT Ke-48 ASEAN di Filipina

Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi melepas Presiden Prabowo Subianto pada Senin (7 Mei 2024) untuk berangkat ke Manila, Filipina, dalam rangka menghadiri KTT Ke-48 ASEAN. Keberangkatan tersebut menandai partisipasi Indonesia dalam pertemuan puncak yang membahas isu-isu strategis kawasan Asia Tenggara, termasuk keamanan maritim, kerjasama ekonomi, dan perubahan iklim.

Dalam acara perpisahan, Wapres Gibran menekankan pentingnya sinergi antara kepemimpinan eksekutif dan kebijakan luar negeri Indonesia. Ia menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo dapat memperkuat posisi Indonesia dalam agenda ASEAN, khususnya dalam upaya meningkatkan integrasi pasar tunggal ASEAN serta memperkuat mekanisme keamanan kolektif.

Agenda utama KTT Ke-48 ASEAN yang akan dilaksanakan mulai 8 hingga 10 Mei 2024 mencakup:

  • Peninjauan implementasi Rencana Aksi ASEAN 2025.
  • Diskusi mengenai keamanan maritim di Selat Malaka dan Laut China Selatan.
  • Penguatan kerjasama energi terbarukan dan mitigasi perubahan iklim.
  • Upaya mempercepat digitalisasi ekonomi regional.

Presiden Prabowo akan bergabung dengan pemimpin negara-negara anggota ASEAN, termasuk Presiden Ferdinand Marcos Jr. (Filipina), Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha (Thailand), dan Presiden Joko Widodo yang akan hadir sebagai tamu kehormatan. Kedua wakil presiden Indonesia, Gibran dan Ma’ruf Amin, akan tetap berada di dalam negeri untuk mengawasi agenda domestik, termasuk peluncuran program infrastruktur baru dan pertemuan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pengiriman Presiden Prabowo ke Manila sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam membangun stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Wapres Gibran menutup upacara perpisahan dengan harapan bahwa hasil KTT akan memberikan manfaat konkret bagi rakyat Indonesia dan seluruh negara ASEAN.