Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memanfaatkan kesempatan hadir pada Haul ke-55 pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Chasbullah, untuk memperkenalkan inisiatif baru bernama Program Kampung Haji. Acara yang berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, menyatukan tokoh agama, pejabat pemerintahan, dan sejumlah aktivis sosial dalam rangka memperingati jasa pendiri NU.
Program Kampung Haji dirancang sebagai upaya terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan spiritual warga kampung haji di seluruh Indonesia. Gibran menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas ibadah, melainkan juga mencakup tiga pilar utama:
- Ekonomi Berkelanjutan: Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kerajinan, agrikultur, dan pariwisata halal.
- Pendidikan dan Pelatihan: Penyediaan beasiswa, pelatihan keterampilan, serta modul pembelajaran agama yang relevan dengan kebutuhan zaman.
- Kesehatan dan Infrastruktur: Pembangunan rumah sakit, puskesmas, serta perbaikan jaringan air bersih dan listrik di daerah kampung haji.
Gibran menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program. Ia mengajak Kementerian Agama, Kementerian PUPR, serta lembaga keuangan negara untuk bersinergi dalam menyediakan dana dan sumber daya teknis.
Berikut rangkuman target jangka pendek program Kampung Haji:
| Bidang | Target 2025 | Target 2030 |
|---|---|---|
| Ekonomi | 10.000 UMKM terdaftar | 30.000 UMKM terdaftar |
| Pendidikan | 5.000 beasiswa disalurkan | 15.000 beasiswa disalurkan |
| Kesehatan | 20 puskesmas dibangun | 60 puskesmas dibangun |
Dalam sambutannya, Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi NU yang selama ini menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat muslim. Ia berharap program ini dapat menjadi contoh kolaborasi yang produktif bagi daerah lain.
Acara Haul pendiri NU berakhir dengan doa bersama, menandai komitmen bersama untuk mewujudkan kesejahteraan umat melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.




