Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Wapres Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi menanam bibit pohon kakao di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, pada acara yang dihadiri oleh pejabat daerah, petani lokal, serta perwakilan industri kakao. Penanaman ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor kakao nasional yang produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan posisi Papua Barat sebagai sentra pertumbuhan produksi kakao Indonesia. Dengan iklim tropis yang ideal dan lahan subur, wilayah ini diproyeksikan dapat meningkatkan kontribusinya pada total produksi nasional yang saat ini berada di sekitar 30.000 ton per tahun.
Data Produksi Kakao Indonesia (2023)
| Provinsi | Produksi (ton) | Luas Lahan (ha) |
|---|---|---|
| Papua Barat | 5.200 | 12.500 |
| Sulawesi Barat | 4.800 | 11.300 |
| Jawa Barat | 3.600 | 9.200 |
| Sumatera Utara | 3.200 | 8.500 |
Penanaman bibit baru di Manokwari Selatan diharapkan menambah luas kebun kakao sekitar 1.500 hektar dalam lima tahun ke depan, yang dapat meningkatkan produksi tahunan hingga 1.000 ton.
Manfaat Penanaman Kakao bagi Daerah
- Peningkatan pendapatan petani melalui nilai jual biji kakao yang stabil.
- Penciptaan lapangan kerja baru di sektor pertanian, pengolahan, dan pemasaran.
- Pengembangan industri hilir seperti pembuatan coklat, mentega kakao, dan produk turunan lainnya.
- Konservasi lingkungan melalui penanaman pohon yang menyerap karbon.
Gibran menekankan bahwa keberhasilan industri kakao tidak hanya bergantung pada penanaman, tetapi juga pada peningkatan kualitas biji melalui pelatihan teknis, akses ke pasar internasional, dan dukungan kebijakan yang mempermudah investasi. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi demi mencapai target Indonesia menjadi salah satu produsen kakao terbesar di dunia.




