Warriors vs Suns: Mengungkap Krisis Kepelatihan dan Masa Depan Tim Golden State
Warriors vs Suns: Mengungkap Krisis Kepelatihan dan Masa Depan Tim Golden State

Warriors vs Suns: Mengungkap Krisis Kepelatihan dan Masa Depan Tim Golden State

Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Pertandingan play-in antara Golden State Warriors dan Phoenix Suns pada akhir musim 2025-2026 menjadi titik balik yang menegaskan kegelisahan di dalam skuad San Francisco. Kekalahan 112-104 tidak hanya menutup harapan Warriors untuk kembali ke babak playoff, melainkan juga memicu serangkaian pernyataan kontroversial dari para figur kunci, terutama Draymond Green dan pelatih kepala Steve Kerr.

Setelah pertandingan, Green mengakui bahwa pelukan hangat bersama Steve Kerr dan Stephen Curry di ruang ganti Phoenix pada 20 April hanyalah “sinyal akhir” era keemasan Warriors. Pada podcastnya, ia menyebut bahwa empat gelar juara yang diraih bersama Curry, Klay Thompson, dan dirinya mungkin menjadi kenangan terakhir dalam satu era. Namun, enam hari kemudian, Green mengubah pendiriannya di depan kamera Inside the NBA, menyatakan harapannya bahwa Kerr akan kembali mengarahkan tim pada musim berikutnya. “Saya pikir dan berharap dia kembali,” katanya, menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan Kerr yang masih “ingin melatih”.

Pernyataan tersebut muncul berbarengan dengan laporan tentang survei pemain NBA yang menempatkan Steve Kerr pada peringkat keempat “pelatih paling tidak mengesankan” di antara rekan-rekannya. Survei yang dilakukan oleh The Athletic melibatkan 100 pemain anonim; hanya 6% memilih Kerr, di belakang Brian Keefe (Wizards), Doc Rivers (Bucks), dan Doug Christie (Kings). Meskipun Kerr memiliki rekor reguler 604-353 dan playoff 104-48, penurunan performa Warriors dalam tujuh musim terakhir—hanya tiga kali masuk playoff dan tidak melampaui babak dua sejak 2022—menjadi faktor utama penurunan penilaian tersebut.

Selain kritik terhadap kepelatihan, Green juga tak melewatkan kesempatan untuk menanggapi komentar tajam Charles Barkley yang menyebut Warriors “sudah tidak lagi menjadi tim kontender.” Dalam percakapan di studio ESPN, Green menepis bahwa usia pemain veteran seperti Klay Thompson dan Stephen Curry tidak menjadi alasan utama kegagalan, melainkan keputusan manajerial dan strategi yang kurang tepat. Ia menambahkan, “Goal saya cuma tidak terlihat seperti pemain Rockets tahun 2000-an,” mengacu pada masa-masa Barkley yang menurun performanya pada usia 33-36 tahun.

Di sisi lain, Kerr sendiri mengakui bahwa kontraknya dengan Warriors akan berakhir pada akhir musim ini dan ia tidak menutup kemungkinan akan mengakhiri karier kepelatihannya. “Saya masih mencintai melatih, tapi semua pekerjaan punya batas waktu,” ujar Kerr dalam konferensi pers pasca kekalahan melawan Suns. Ia menambahkan bahwa tim masih berada “satu pertandingan” dari kualifikasi playoff, menyoroti bahwa faktor cedera pada bintang seperti Stephen Curry dan Jimmy Butler memperparah situasi.

Statistik tim pada musim ini mencerminkan penurunan yang signifikan: rekor 37-45, persentase kemenangan terburuk sejak 2020, dan rata-rata selisih poin negatif sebesar 4,3. Penurunan tersebut dipicu oleh beberapa faktor, termasuk penurunan efektivitas pertahanan yang selama ini menjadi identitas Green, serta keputusan kontroversial seperti mengeluarkan Jonathan Kuminga dari rotasi sebelum akhirnya diperdagangkan ke Atlanta Hawks. Sejumlah pemain yang disurvei mengkritik keputusan tersebut sebagai contoh kurangnya adaptasi taktis Kerr.

Ke depan, spekulasi mengenai masa depan kepelatihan Warriors semakin menguat. Beberapa analis memperkirakan pertemuan antara Kerr dan manajemen akan menghasilkan keputusan akhir pada akhir Juni, sementara rumor mengenai kandidat potensial seperti Mike Brown atau bahkan mantan pemain Warriors, Andre Iguodala, terus beredar. Di luar lapangan, dinamika internal tim juga dipengaruhi oleh isu pribadi, seperti hubungan Klay Thompson dengan penyanyi Megan Thee Stallion yang menarik perhatian media, menambah beban psikologis pada skuad.

Dengan tekanan dari pemilik, media, dan basis penggemar yang menuntut kebangkitan kembali, Warriors berada di persimpangan jalan. Apakah mereka akan mempertahankan Steve Kerr sebagai arsitek strategi atau beralih ke generasi baru, keputusan tersebut akan menentukan apakah era Dubs yang penuh gelar dapat berlanjut atau berakhir selamanya.