WHO: Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Berisiko Tinggi
WHO: Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Berisiko Tinggi

WHO: Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Berisiko Tinggi

Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan pada 9 Mei terkait kasus hantavirus yang terdeteksi pada sebuah kapal pesiar yang berlayar di perairan internasional. Menurut laporan, sejumlah penumpang dan awak kapal telah terpapar virus tersebut melalui kontak langsung dengan bahan baku yang terkontaminasi, seperti droplet pernapasan atau ekskresi hewan pengerat yang ada di lingkungan kapal.

WHO menilai bahwa semua orang yang berada di atas kapal berada pada “risiko tinggi” untuk mengembangkan gejala hantavirus, yang meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan dalam kasus berat dapat menyebabkan gagal pernapasan atau komplikasi ginjal. Karena potensi penyebaran yang cepat di lingkungan tertutup, otoritas kesehatan setempat telah mengaktifkan prosedur karantina serta melakukan pemantauan kesehatan secara intensif.

Langkah-langkah utama yang disarankan WHO untuk penumpang dan awak kapal meliputi:

  • Pemeriksaan suhu tubuh secara rutin setiap 4 jam.
  • Mengisolasi individu yang menunjukkan gejala atau telah terpapar secara langsung.
  • Memberikan informasi edukatif mengenai cara penularan hantavirus dan pentingnya kebersihan tangan.
  • Melakukan dekomposisi dan sanitasi menyeluruh pada area yang terkontaminasi, termasuk kamar tidur, ruang makan, dan toilet.
  • Menghubungi layanan kesehatan lokal segera setelah kapal tiba di pelabuhan terdekat untuk evaluasi medis lanjutan.

Selain tindakan di atas, WHO menekankan pentingnya pengendalian populasi tikus dan hewan pengerat di dalam kapal, karena mereka merupakan reservoir utama hantavirus. Penggunaan perangkap, pengelolaan sampah yang tepat, serta pemeliharaan kebersihan umum menjadi kunci untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Pihak berwenang juga mengimbau penumpang yang telah turun dari kapal untuk memantau gejala selama minimal 14 hari dan melaporkan kondisi kesehatan ke fasilitas medis terdekat bila muncul gejala yang mencurigakan. Dengan koordinasi yang cepat antara otoritas pelabuhan, layanan kesehatan, dan WHO, diharapkan penyebaran hantavirus dapat diminimalisir.