Wilayah Pesisir Utara Jakarta Berpeluang Hadapi Banjir Rob Hingga 9 April
Wilayah Pesisir Utara Jakarta Berpeluang Hadapi Banjir Rob Hingga 9 April

Wilayah Pesisir Utara Jakarta Berpeluang Hadapi Banjir Rob Hingga 9 April

Frankenstein45.Com – 05 April 2026 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan bahwa wilayah pesisir utara kota ini berpotensi mengalami banjir rob hingga tanggal 9 April. Peringatan ini didasarkan pada proyeksi curah hujan tinggi, pasang laut yang meningkat, serta kondisi tanah yang masih jenuh air.

Faktor utama yang memicu risiko banjir rob meliputi:

  • Hujan intensitas sedang hingga tinggi yang diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
  • Pasang laut yang mencapai level tertinggi pada fase bulan purnama.
  • Drainase di sebagian besar wilayah pesisir masih belum optimal, sehingga air sulit mengalir ke sungai utama.

Daerah yang paling rentan meliputi beberapa kelurahan dan kecamatan di pesisir utara, antara lain:

  1. Kelapa Gading (Kecamatan Kelapa Gading)
  2. Penjaringan (Kecamatan Penjaringan)
  3. Pulogadung (Kecamatan Pulogadung)
  4. Cengkareng Barat (Kecamatan Cengkareng)
  5. Kebon Jeruk (Kecamatan Kebon Jeruk)

Jika banjir rob terjadi, dampak yang mungkin dirasakan warga antara lain genangan air hingga setinggi 30‑50 cm, kerusakan pada bangunan rendah, terhambatnya arus lalu lintas terutama pada jalan utama yang berada dekat pantai, serta potensi gangguan pada jaringan listrik dan telekomunikasi.

BPBD DKI Jakarta telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, antara lain:

  • Penempatan posko darurat di titik-titik strategis masing-masing kecamatan.
  • Penyebaran pompa air portable ke lokasi yang diprediksi akan terdampak paling parah.
  • Koordinasi dengan Satpol PP dan TNI/Polri untuk pengaturan evakuasi bila diperlukan.
  • Penyuluhan dan pembagian poster peringatan kepada warga melalui kanal media sosial resmi BPBD.

Warga diharapkan untuk mengambil langkah antisipatif, seperti mempersiapkan barang penting dalam tas darurat, menempatkan barang berharga di atas permukaan tanah, menghindari area yang diketahui rendah dan rawan banjir, serta selalu memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BPBD atau media lokal.

Dengan kesadaran kolektif dan tindakan cepat, diharapkan potensi kerugian dapat diminimalisir. BPBD DKI Jakarta akan terus memantau situasi dan memperbaharui peringatan hingga batas akhir tanggal 9 April.