Xpeng GX Resmi Diluncurkan: SUV Listrik Termewah dan Terbesar dengan Harga Mulai Rp 1 Miliar, Sementara BYD Tunda Great Tang Karena Permintaan Menggembung
Xpeng GX Resmi Diluncurkan: SUV Listrik Termewah dan Terbesar dengan Harga Mulai Rp 1 Miliar, Sementara BYD Tunda Great Tang Karena Permintaan Menggembung

Xpeng GX Resmi Diluncurkan: SUV Listrik Termewah dan Terbesar dengan Harga Mulai Rp 1 Miliar, Sementara BYD Tunda Great Tang Karena Permintaan Menggembung

Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Jakarta – Pasar kendaraan listrik di Asia semakin memanas. Pada pekan ini, produsen asal China Xpeng secara resmi memperkenalkan SUV listrik termahal dan terluasnya, Xpeng GX, dengan harga pembukaan mulai satu miliar rupiah. Sementara itu, pesaing utama dari negeri tirai bambu, BYD, mengumumkan penundaan peluncuran SUV listrik premium Great Tang hingga Juni 2026 karena lonjakan permintaan yang melampaui kapasitas produksi baterai.

Xpeng GX: Spesifikasi, Dimensi, dan Harga

Xpeng GX menempati posisi puncak dalam jajaran model Xpeng, mengusung dimensi luar yang mengesankan: panjang 5.300 mm, lebar 2.050 mm, tinggi 1.820 mm, serta jarak sumbu roda 3.150 mm. Kabin 2‑2‑3 dapat menampung tujuh penumpang dengan kenyamanan kelas premium. Dibekali baterai lithium‑ion generasi ketiga berkapasitas 120 kWh, GX menawarkan jangkauan hingga 750 km dalam siklus NEDC, sementara kemampuan pengisian cepat 800 V memungkinkan pengisian 10 % ke 80 % hanya dalam 12 menit.

Motor listrik ganda pada varian all‑wheel‑drive menghasilkan tenaga puncak 480 kW (sekitar 650 dpl) dan torsi 900 Nm, memampukan akselerasi 0‑100 km/jam dalam 3,8 detik. Sistem suspensi udara adaptif dan steering belakang memastikan stabilitas pada kecepatan tinggi serta kenyamanan saat melaju di jalan bergelombang.

Harga resmi Xpeng GX di Indonesia mulai dari Rp 1.020.000.000 untuk varian rear‑wheel‑drive, naik menjadi Rp 1.250.000.000 untuk all‑wheel‑drive berfitur premium. Harga tersebut menempatkan GX bersaing langsung dengan Tesla Model X dan Mercedes‑EQ EQS SUV, namun dengan paket interior yang lebih luas dan teknologi infotainment berbasis Xpilot 4.0.

BYD Great Tang: Penundaan Peluncuran di Tengah Ledakan Permintaan

Sementara Xpeng GX meluncur tepat waktu, BYD mengumumkan bahwa SUV listrik tiga baris Great Tang akan ditunda peluncurannya hingga 8 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil setelah dealer di jaringan BYD Dynasty Network melaporkan belum menerima unit awal maupun kendaraan display untuk showroom.

Great Tang sempat mencatat lebih dari 100.000 unit preorder sebelum masa pre‑sale resmi dimulai, dengan 30.000 pesanan tercapai hanya dalam 24 jam pertama. Permintaan tinggi ini bersamaan dengan keterbatasan kapasitas produksi Blade Battery 2.0, yang belum dapat memenuhi lonjakan kebutuhan kendaraan berbasis platform flash‑charging terbaru.

Model ini memiliki dimensi panjang 5.263 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.790 mm, dan wheelbase 3.130 mm. BYD menawarkan tiga varian: RWD dengan jangkauan 800 km, RWD dengan jangkauan 950 km, serta AWD dengan jangkauan 850 km. Harga pre‑sale berada pada kisaran 250.000‑320.000 yuan (sekitar Rp 1,8‑2,3 miliar).

Persaingan di Segmen SUV Listrik Premium

Kedua peluncuran ini menegaskan transformasi pasar otomotif Asia menjadi arena persaingan ketat di segmen SUV listrik premium. Xpeng menonjolkan keunggulan interior luas dan teknologi pengemudian semi‑otonom, sementara BYD mengandalkan keunggulan baterai Blade yang dapat mengisi daya 10 % ke 70 % dalam lima menit serta fitur suspensi udara pintar DiSus‑A dual‑chamber.

  • Ukuran Kabin: Xpeng GX (7 kursi, ruang kaki lebih lebar) vs BYD Great Tang (2+2+3 konfigurasi).
  • Jarak Tempuh: Xpeng GX (≈750 km) vs BYD Great Tang (800‑950 km tergantung varian).
  • Pengisian Cepat: Xpeng GX (12 menit 10‑80 %) vs BYD Great Tang (5 menit 10‑70 %).
  • Harga: Xpeng GX (≈Rp 1‑1,3 miliar) vs BYD Great Tang (≈Rp 1,8‑2,3 miliar).

Kedua produsen juga menyiapkan ekosistem layanan purna jual yang meliputi jaringan stasiun pengisian cepat, layanan mobilitas bersama, serta paket asuransi khusus kendaraan listrik.

Dengan Xpeng GX yang sudah resmi meluncur dan BYD yang menunda Great Tang demi menyesuaikan kapasitas produksi, konsumen di Indonesia dan pasar regional kini memiliki pilihan yang lebih beragam namun juga harus menimbang faktor harga, jangkauan, dan infrastruktur pengisian yang tersedia.

Persaingan ini diperkirakan akan mendorong inovasi lebih lanjut, terutama dalam teknologi baterai, kecepatan pengisian, dan sistem bantuan mengemudi. Pada akhirnya, manfaat terbesar tetap dirasakan oleh konsumen yang kini dapat menikmati mobil listrik dengan kenyamanan kelas premium dan performa yang mendekati kendaraan konvensional.

Dengan strategi peluncuran yang berbeda, Xpeng dan BYD menunjukkan bahwa dinamika pasar kendaraan listrik tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi, melainkan juga oleh kemampuan produksi dan respons cepat terhadap permintaan pasar. Kedua perusahaan tampaknya siap menulis babak baru dalam evolusi mobilitas berkelanjutan di Asia.