Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana ambisius untuk memperbaiki total 1.800 perlintasan sebidang di seluruh negeri. Upaya ini bertujuan mengurangi kecelakaan lintas rel dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap jaringan kereta api.
Identifikasi perlintasan yang berisiko dilakukan melalui audit keselamatan menyeluruh. Dari total tersebut, diprioritaskan titik‑titik dengan tingkat kecelakaan tertinggi serta yang berada di daerah padat penduduk.
- Instalasi palang otomatis berbasis sensor yang dapat menutup secara cepat saat kereta mendekat.
- Pembangunan flyover atau underpass untuk memisahkan alur kendaraan dari jalur kereta.
- Peningkatan sistem sinyal visual dan audio di sekitar perlintasan.
- Pemasangan lampu peringatan LED berwarna merah‑kuning‑hijau yang terintegrasi dengan sistem kontrol pusat.
Proses renovasi diperkirakan memakan waktu tiga hingga lima tahun, dengan anggaran yang dialokasikan melalui kerja sama antara pemerintah, KAI, dan pihak swasta. Selama fase implementasi, KAI akan menutup sementara beberapa perlintasan untuk memudahkan pekerjaan, namun akan memberikan alternatif rute bagi pengguna jalan.
Selain infrastruktur, KAI juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat. Kampanye penyuluhan keselamatan akan diluncurkan secara nasional, meliputi penyuluhan di sekolah, media sosial, dan penyebaran materi visual di area perlintasan.
Dengan langkah ini, KAI berharap dapat menurunkan angka kecelakaan lintas rel setidaknya 30 persen dalam lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional kereta api.




