107 Sekolah di Kepri Terima Bantuan Revitalisasi pada 2026
107 Sekolah di Kepri Terima Bantuan Revitalisasi pada 2026

107 Sekolah di Kepri Terima Bantuan Revitalisasi pada 2026

Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengumumkan bahwa sebanyak 107 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau akan menerima bantuan revitalisasi pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas fasilitas belajar di daerah tertinggal.

Revitalisasi mencakup perbaikan infrastruktur fisik seperti gedung, ruang kelas, laboratorium, serta penyediaan peralatan belajar modern. Semua sekolah yang terdaftar akan mendapatkan dana khusus yang diharapkan dapat mengatasi masalah kerusakan bangunan dan meningkatkan kenyamanan belajar siswa.

Distribusi bantuan berdasarkan jenjang pendidikan adalah sebagai berikut:

Jenjang Jumlah Sekolah
SD 62
SMP 28
SMA/SMK 17

Seluruh sekolah yang masuk dalam daftar telah melewati proses verifikasi lapangan untuk memastikan kebutuhan revitalisasi yang sebenarnya. Tim teknis Kementerian Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat melakukan survei kondisi bangunan, kelistrikan, dan sanitasi.

Beberapa poin penting dalam pelaksanaan program:

  • Pengalokasian dana dilakukan secara bertahap, dimulai dari renovasi struktural hingga penyediaan peralatan IT.
  • Pekerjaan renovasi dijadwalkan selesai paling lambat akhir 2026, dengan pengawasan ketat oleh auditor independen.
  • Setiap sekolah diwajibkan menyusun rencana penggunaan dana yang transparan dan melaporkan progres secara berkala.

Abdul Mu’ti menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, kepala sekolah, dan masyarakat dalam memastikan hasil revitalisasi dapat berkelanjutan. “Kami berharap dengan peningkatan fasilitas, motivasi belajar siswa akan meningkat dan kualitas pendidikan di Kepri dapat bersaing secara nasional,” ujarnya.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga menjadi katalisator peningkatan mutu pembelajaran, terutama di wilayah yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian.