Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Pada Selasa, nilai tukar dolar Amerika Serikat menembus level Rp17.500 per dolar, tepatnya tercatat pada Rp17.507. Kenaikan ini menambah 85 poin dibandingkan nilai sebelumnya, menandakan tekanan signifikan pada pasar valuta asing.
Komisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera menanggapi perkembangan tersebut dengan meminta pemerintah untuk menyiapkan langkah antisipatif. Anggota DPR menyoroti potensi dampak negatif pada inflasi, biaya impor, serta beban konsumen dan pelaku usaha.
Beberapa poin utama yang diangkat dalam rapat DPR meliputi:
- Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam mengelola volatilitas kurs.
- Peningkatan cadangan devisa sebagai buffer terhadap gejolak nilai tukar.
- Peninjauan kembali kebijakan tarif dan regulasi impor untuk mengurangi tekanan harga barang kebutuhan pokok.
- Pengawasan ketat terhadap spekulasi mata uang di pasar domestik.
Selain itu, DPR menekankan pentingnya transparansi dalam komunikasi kebijakan moneter agar pasar dapat menyesuaikan ekspektasi secara rasional.
Para pengamat ekonomi memperingatkan bahwa jika nilai tukar tetap berada pada level tinggi, biaya impor bahan baku dan energi dapat melonjak, berpotensi menambah tekanan inflasi. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif yang cepat dan terkoordinasi dianggap krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.




