Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Bandung kembali menjadi tuan rumah kompetisi tenis meja tingkat regional dengan digelarnya Table Tennis ASEAN Club Championship (TTACC) yang mempertemukan 114 atlet dari enam negara anggota ASEAN. Turnamen yang berlangsung di GOR Bandung ini menjadi ajang penting bagi klub-klub tenis meja di kawasan untuk menguji kemampuan sekaligus mempererat persahabatan antarnegara.
Enam negara yang mengirimkan delegasi ke Bandung meliputi Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina. Total atlet terbagi secara merata, dengan rincian sebagai berikut:
| Negara | Jumlah Atlet |
|---|---|
| Indonesia | 30 |
| Thailand | 20 |
| Malaysia | 18 |
| Singapura | 15 |
| Vietnam | 16 |
| Filipina | 15 |
Turnamen dimulai pada tanggal 5 Juli 2024 dan direncanakan selesai pada 12 Juli 2024. Kompetisi terbagi menjadi beberapa fase, mulai dari penyisihan grup, babak perempat final, semifinal, hingga final. Setiap klub berkompetisi dalam kategori tunggal, ganda, dan beregu, sehingga menampilkan ragam strategi dan teknik permainan.
Selama fase grup, Indonesia menempati posisi teratas di grup A dengan kemenangan bersih, sementara Thailand menunjukkan dominasi di grup B. Malaysia dan Singapura bersaing ketat di grup C, sedangkan Vietnam dan Filipina berjuang keras di grup D.
Penampilan atlet Indonesia mendapat sorotan khusus, terutama ketika tim beregu putra berhasil mengalahkan tim Thailand dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Di sisi lain, atlet putri Indonesia menampilkan konsistensi tinggi, mengamankan tiga kemenangan beruntun dan melaju ke semifinal.
Selain kompetisi, TTACC juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara pelatih dan ofisial dari masing-masing negara. Beberapa sesi workshop tentang taktik modern, kebugaran, dan psikologi olahraga diadakan secara paralel, memperkaya pengalaman para peserta.
Acara ini tidak hanya meningkatkan profil tenis meja di Indonesia, tetapi juga memperkuat jaringan kerja sama sporta antarnegara ASEAN. Diharapkan keberhasilan TTACC di Bandung dapat menjadi landasan bagi penyelenggaraan turnamen serupa di masa depan, dengan tujuan meningkatkan standar kompetisi dan memberikan peluang lebih luas bagi atlet muda di kawasan.




