Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Baru-baru ini, Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengekspresikan keberatannya terhadap rencana FIFA untuk memperluas jumlah tim peserta Piala Dunia menjadi 48 negara. Pernyataan tersebut memicu kecaman keras dari 13 federasi sepak bola yang mewakili wilayah Afrika, Karibia, Asia Tengah, dan kawasan lainnya.
Berikut adalah federasi‑federasi yang secara terbuka menolak komentar Ceferin:
- Asosiasi Sepak Bola Afrika Barat (WAFU)
- Federasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA)
- Konfederasi Sepak Bola Karibia (CFU)
- Federasi Sepak Bola Asia Tengah (CAFA)
- Federasi Sepak Bola Sudan
- Federasi Sepak Bola Ethiopia
- Federasi Sepak Bola Rwanda
- Federasi Sepak Bola Guinea
- Federasi Sepak Bola Zambia
- Federasi Sepak Bola Ghana
- Federasi Sepak Bola Tanzania
- Federasi Sepak Bola Uganda
- Federasi Sepak Bola Kongo
Para pemimpin federasi menilai bahwa komentar Ceferin mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan sepak bola di negara‑negara berkembang. Mereka menekankan bahwa format 48 tim memberikan peluang lebih luas bagi tim‑tim dari kawasan tersebut untuk tampil di panggung dunia, sekaligus meningkatkan pendapatan dan eksposur sepak bola lokal.
Ceferin berargumen bahwa peningkatan jumlah tim dapat menurunkan kualitas kompetisi dan menambah beban jadwal pertandingan. Namun, federasi‑federasi tersebut menanggapi bahwa FIFA telah melakukan kajian mendalam mengenai dampak logistik, dan bahwa keuntungan ekonomi serta perkembangan bakat pemain jauh melebihi potensi risiko yang disebutkan.
FIFA sendiri menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan Piala Dunia 2026 dengan 48 tim, menjanjikan format turnamen yang lebih inklusif. Dalam pernyataannya, FIFA menyambut baik masukan semua pihak, namun menolak intervensi politik dari organisasi regional seperti UEFA.
Kecaman ini menandai ketegangan yang semakin jelas antara UEFA dan konfederasi lain dalam arena sepak bola internasional. Sejumlah analis memperkirakan bahwa perdebatan ini dapat memengaruhi hubungan kerja sama di masa depan, terutama terkait penyelenggaraan turnamen internasional dan distribusi pendapatan.




