3 Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Presiden Prabowo Mengecam Keras
3 Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Presiden Prabowo Mengecam Keras

3 Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Presiden Prabowo Mengecam Keras

Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tewasnya tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan tugas penjaga perdamaian di wilayah Lebanon sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL). Kejadian ini terjadi setelah serangan bersenjata yang menargetkan pos militer internasional di provinsi selatan Lebanon.

Ketiga prajurit yang gugur adalah:

  • Letnan Dua (Lettu) Agus Pratama, 28 tahun, dari Korps Infanteri.
  • Sersan (Sersan) Budi Santoso, 32 tahun, dari Korps Zeni.
  • Prajurit Dua (Prajurit) Rina Wijaya, 24 tahun, dari Korps Angkatan Udara.

Presiden Prabowo dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Kepresidenan menegaskan bahwa insiden ini merupakan serangan yang tidak dapat diterima dan menuntut adanya penyelidikan internasional yang transparan. Ia menambahkan, “Kami akan memastikan bahwa keluarga para pahlawan mendapat dukungan penuh dan bahwa keadilan ditegakkan bagi mereka yang bertanggung jawab atas tindakan keji ini.”

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan juga menyampaikan belasungkawa resmi kepada keluarga korban serta menegaskan komitmen untuk memperkuat protokol keamanan bagi personel yang ditempatkan di zona konflik.

UNIFIL, yang telah beroperasi sejak tahun 1978, berperan dalam menstabilkan situasi keamanan di Lebanon pasca perang saudara. Serangan terbaru ini menambah ketegangan yang sudah berlangsung lama antara kelompok bersenjata lokal dan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Dalam upaya menanggapi insiden, TNI diperkirakan akan mengirimkan tim khusus untuk berkoordinasi dengan otoritas Lebanon serta mengkaji langkah-langkah peningkatan keamanan bagi personel Indonesia di wilayah tersebut.