Achraf Hakimi: Pilar Pertahanan Maroko di Piala Dunia 2026 dan Kembalinya ke PSG Menjelang Final Champions League
Achraf Hakimi: Pilar Pertahanan Maroko di Piala Dunia 2026 dan Kembalinya ke PSG Menjelang Final Champions League

Achraf Hakimi: Pilar Pertahanan Maroko di Piala Dunia 2026 dan Kembalinya ke PSG Menjelang Final Champions League

Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Achraf Hakimi kembali menjadi sorotan utama dunia sepakbola menjelang dua kompetisi bergengsi: Piala Dunia FIFA 2026 bersama Tim Nasional Maroko dan Liga Champions UEFA bersama Paris Saint-Germain (PSG). Pemain sayap kanan berusia 26 tahun ini tidak hanya menjadi tulang punggung pertahanan Atlas Lions, namun juga menambah dimensi serangan dengan kecepatan serta kemampuan mengirim umpan silang yang mematikan.

Peran Hakimi dalam Skuad Maroko untuk Piala Dunia 2026

Seleksi resmi Timnas Maroko untuk Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menampilkan kombinasi veteran berpengalaman dan talenta muda yang tengah naik daun. Di antara 26 pemain terpilih, Hakimi ditempatkan sebagai bek kanan utama. Pengalaman bermain di liga top Eropa—dulu bersama Borussia Dortmund, Inter Milan, dan kini PSG—menjadikannya pilihan alami bagi pelatih Mohamed Ouahbi.

Bek sayap ini diharapkan menjadi penghubung antara lini pertahanan dan serangan. Dengan jam terbang tinggi di kompetisi domestik serta internasional, Hakimi mampu membantu mempertahankan lini belakang sekaligus memberikan opsi ofensif melalui overlapt ke sayap. Kecepatan dan kemampuan dribblingnya memungkinkan Maroko mengadopsi taktik transisi cepat, yang terbukti efektif pada Piala Dunia 2022 ketika Atlas Lions mencapai semifinal.

Daftar Pemain Kunci Maroko yang Mendampingi Hakimi

  • Noussair Mazraoui – Bek kiri, bermain untuk Manchester United.
  • Nayef Aguerd – Bek tengah, kembali setelah cedera lama.
  • Chadi Riad – Bek tengah, berkarier di Crystal Palace.
  • Sofyan Amrabat – Gelandang bertahan, menjadi otak pengatur ritme permainan.
  • Yassine Bounou (Bono) – Penjaga gawang utama, penampil kunci pada Piala Dunia 2022.

Di lini depan, Brahim Díaz dari Real Madrid dijadikan motor kreativitas, sementara Ayoub El Kaabi, Soufiane Rahimi, dan Abdessamad Ezzalzouli menambah pilihan serangan.

Kembalinya Hakimi ke Latihan PSG Menjelang Final Champions League

Pada Mei 2026, Hakimi kembali berlatih penuh bersama PSG setelah mengalami cedera otot paha kanan pada semifinal melawan Bayern Munich. Bersama rekan setimnya, Ousmane Dembélé, keduanya menunjukkan kebugaran optimal menjelang final melawan Arsenal yang akan digelar di Budapest.

Latihan intensif ini tidak hanya memperkuat kesiapan fisik Hakimi, tetapi juga memberi kesempatan bagi pelatih Luis Enrique untuk mengintegrasikan taktik pertahanan yang solid dengan serangan cepat melalui sisi kanan. Kehadiran Hakimi di lapangan diharapkan meningkatkan keseimbangan antara lini belakang dan serangan, terutama dalam mengantisipasi serangan balik lawan.

Harapan Maroko di Piala Dunia 2026

Maroko memulai fase grupnya melawan Brazil pada 13 Juni di New Jersey, dilanjutkan dengan pertandingan melawan Skotlandia dan Haiti. Dengan pengalaman Hakimi di panggung internasional, serta dukungan pemain-pemain berbakat lain, Atlas Lions menargetkan perbaikan hasil dari penempatan keempat pada edisi 2022. Analisis taktik menunjukkan bahwa penggunaan bek sayap yang agresif seperti Hakimi dapat membuka ruang bagi pemain kreatif seperti Díaz dan Amrabat untuk mengontrol permainan.

Selain kontribusi di lapangan, Hakimi juga berperan sebagai pemimpin moral bagi pemain muda seperti Bilal El Khannouss dan Ismael Saibari. Kedewasaannya membantu menenangkan tekanan pertandingan besar, terutama bagi generasi yang belum pernah merasakan sorotan dunia.

Kesimpulan

Achraf Hakimi berada di puncak kariernya, menjadi figur sentral bagi dua tim elit sekaligus. Di Piala Dunia 2026, ia diharapkan menjadi kunci keberhasilan Maroko untuk menembus babak lanjutan, sementara di UEFA Champions League ia bersiap mengukir sejarah bersama PSG. Kombinasi pengalaman, kecepatan, dan kemampuan teknis menjadikan Hakimi tidak hanya sebagai pemain, melainkan simbol kebangkitan sepakbola Maroko di panggung global.