Frankenstein45.Com – 01 April 2026 | Jakarta – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Joko Widodo atas keseriusan penanganan kasus gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Menurutnya, kehilangan nyawa prajurit merupakan duka yang sangat berat bagi seluruh bangsa.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Menteri Pertahanan menegaskan bahwa serangan terhadap Pasukan Pemelihara Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) tidak dapat ditolerir. Ia menambahkan bahwa setiap aksi yang mengancam keselamatan pasukan perdamaian harus segera diselidiki secara menyeluruh dan pelaku harus dimintai pertanggungjawaban.
- Gugurnya prajurit TNI dianggap sebagai kehilangan besar bagi negara.
- Serangan terhadap UNIFIL harus diusut tuntas.
- Indonesia menuntut kepastian keamanan bagi personel yang bertugas di luar negeri.
Ahmad Heryawan (AHY), Gubernur Jawa Barat, yang turut menanggapi peristiwa tersebut, menegaskan bahwa rasa duka yang dirasakan keluarga dan rekan-rekan seakan menjadi beban bersama. Ia menolak segala bentuk toleransi terhadap aksi yang mengancam keamanan misi perdamaian.
AHY juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga, termasuk Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan TNI, untuk memastikan bahwa investigasi berjalan cepat dan transparan. Ia berharap hasil penyelidikan dapat menjadi pelajaran bagi upaya perlindungan prajurit Indonesia di masa mendatang.
Selain itu, Menteri Pertahanan menambah bahwa Indonesia akan terus memperkuat kerja sama dengan badan internasional terkait keamanan misi perdamaian, serta menegaskan komitmen negara untuk tidak mundur dari tanggung jawab internasionalnya.




