Airlangga memastikan stimulus semester II tak pengaruhi defisit APBN
Airlangga memastikan stimulus semester II tak pengaruhi defisit APBN

Airlangga memastikan stimulus semester II tak pengaruhi defisit APBN

Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa paket stimulus untuk semester II tidak akan menambah beban defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang membahas rencana tambahan belanja pemerintah untuk mengatasi tekanan inflasi dan menstabilkan pertumbuhan ekonomi.

Airlangga menjelaskan bahwa stimulus semester II dirancang dengan prinsip efisiensi dan fokus pada sektor‑sektor produktif. Dengan demikian, alokasi dana tidak akan meningkatkan defisit secara signifikan karena sebagian besar dana akan disalurkan melalui mekanisme yang tidak menambah beban fiskal, seperti penyesuaian anggaran yang bersifat rotasional dan penggunaan cadangan fiskal yang sudah ada.

Berikut poin‑poin utama yang disampaikan:

  • Stimulus semester II diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 20 triliun, namun dana tersebut bersumber dari penyesuaian anggaran yang telah dialokasikan sebelumnya.
  • Target utama stimulus adalah memperkuat daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah, serta mendukung UMKM dan sektor industri yang terdampak inflasi.
  • Penggunaan dana akan diarahkan pada program bantuan sosial, subsidi energi, serta insentif bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
  • Pengawasan ketat akan diterapkan untuk memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan tepat sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan.

Selain itu, Airlangga menambahkan bahwa pemerintah terus memantau kondisi fiskal secara real time. Jika terjadi indikasi peningkatan defisit, kebijakan fiskal akan segera disesuaikan guna menjaga keseimbangan antara stimulus ekonomi dan stabilitas anggaran negara.

Dengan pendekatan ini, diharapkan stimulus semester II dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan risiko fiskal yang berlebihan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan keuangan negara.