Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan kembali pada pekan ini, dipicu oleh pergerakan positif pada indeks Brent dan West Texas Intermediate (WTI). Brent naik menjadi sekitar US$84 per barel, meningkat sekitar 2,3% dalam 24 jam terakhir, sementara WTI mencapai US$80 per barel dengan kenaikan 2,1%.
Kenaikan tersebut terjadi meskipun para investor masih menunjukkan keraguan terhadap stabilitas pasokan minyak, khususnya terkait selat Hormuz yang menjadi jalur strategis bagi sekitar 20% produksi minyak dunia. Ketegangan geopolitik di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan aliran minyak.
| Indeks | Harga (USD/barel) | Kenaikan 24 jam |
|---|---|---|
| Brent | 84 | +2,3% |
| WTI | 80 | +2,1% |
Beberapa faktor utama yang mendorong pergerakan harga ini antara lain:
- Kenaikan permintaan global setelah pemulihan ekonomi pasca pandemi.
- Penurunan persediaan minyak mentah di tingkat strategis Amerika Serikat.
- Pengumuman OPEC+ tentang kelanjutan pemotongan produksi untuk menstabilkan pasar.
- Spekulasi pasar terkait potensi gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Investor institusional dan pedagang komoditas menilai bahwa meskipun harga menunjukkan tren naik, ketidakpastian geopolitik di kawasan Teluk tetap menjadi risiko utama. Mereka menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai keamanan jalur pengiriman sebelum memperkuat posisi beli secara signifikan.
Secara keseluruhan, pasar minyak masih berada dalam fase volatilitas menengah, dengan pergerakan harga yang sensitif terhadap perkembangan politik di Timur Tengah serta data permintaan dan persediaan yang dirilis secara reguler.




