Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) kembali menekankan pentingnya dukungan pemerintah melalui subsidi untuk mempercepat adopsi motor listrik di tanah air. Pada pertemuan terakhir, pengurus AISMOLI menyampaikan bahwa kebijakan subsidi dapat menurunkan harga eceran secara signifikan, sehingga konsumen lebih mudah beralih dari kendaraan bermesin konvensional ke kendaraan listrik.
Beberapa alasan utama yang diutarakan antara lain:
- Pengurangan emisi karbon yang signifikan, sejalan dengan target pengurangan emisi nasional.
- Penurunan ketergantungan pada bahan bakar fosil, yang harganya fluktuatif.
- Peningkatan daya saing industri dalam negeri, khususnya produsen motor listrik lokal.
- Penciptaan lapangan kerja baru di sektor manufaktur baterai dan infrastruktur pengisian.
AISMOLI juga menyajikan data perkiraan dampak ekonomi bila subsidi diberlakukan. Tabel berikut menggambarkan proyeksi penjualan motor listrik selama lima tahun ke depan dengan dan tanpa subsidi.
| Tahun | Penjualan Tanpa Subsidi (unit) | Penjualan dengan Subsidi (unit) |
|---|---|---|
| 2024 | 45.000 | 78.000 |
| 2025 | 60.000 | 120.000 |
| 2026 | 80.000 | 180.000 |
| 2027 | 105.000 | 260.000 |
| 2028 | 130.000 | 350.000 |
Pengurus AISMOLI menambahkan bahwa subsidi tidak harus bersifat permanen, melainkan dapat diterapkan secara bertahap dan terfokus pada segmen harga menengah, sehingga pasar dapat menyesuaikan diri secara alami. Mereka juga mengusulkan skema insentif pajak bagi produsen yang meningkatkan kapasitas produksi baterai dalam negeri.
Berbagai pihak lain, termasuk lembaga lingkungan dan organisasi konsumen, menyambut baik usulan tersebut. Mereka menilai bahwa langkah ini akan mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih bersih dan mengurangi beban polusi udara di kota‑kota besar.
Namun, pemerintah masih perlu menimbang aspek fiskal dan memastikan bahwa subsidi tidak menimbulkan beban anggaran yang berlebihan. Diharapkan dialog antara AISMOLI, kementerian terkait, dan stakeholder industri dapat menghasilkan kebijakan yang seimbang, mendukung pertumbuhan industri motor listrik sekaligus menjaga stabilitas keuangan negara.




