Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Dosen Universitas Indonesia, Dr. Stanislaus Riyanta, menyampaikan pentingnya memperkuat kemampuan kontra intelijen nasional dalam menghadapi ancaman asing yang semakin kompleks di tengah dinamika geopolitik regional dan global.
Beberapa faktor yang memperparah situasi, antara lain:
- Perubahan aliansi strategis di kawasan Asia‑Pasifik yang menimbulkan persaingan intelijen antarnegara.
- Kecanggihan teknologi siber yang memudahkan operasi spionase lintas batas.
- Ketergantungan pada infrastruktur kritis asing yang rawan dimanfaatkan untuk kepentingan intelijen.
Dr. Riyanta mengusulkan serangkaian rekomendasi strategis, antara lain:
- Meningkatkan koordinasi antara lembaga keamanan, intelijen, dan akademisi dalam pertukaran intelijen dan analisis risiko.
- Menetapkan regulasi yang mengatur kerja sama teknologi dengan pihak asing, khususnya pada sektor yang berpotensi menjadi target spionase.
- Mengembangkan program pelatihan kontra intelijen bagi aparat keamanan dan pejabat publik, termasuk simulasi skenario serangan siber.
- Mengalokasikan anggaran khusus untuk riset dan pengembangan teknologi kontra intelijen, seperti sistem deteksi anomali jaringan dan platform intelijen terbuka.
- Memperkuat kerjasama bilateral dan multilateral dalam bidang kontra intelijen, termasuk pertukaran informasi dengan negara sahabat.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Dr. Riyanta berharap Indonesia dapat membangun pertahanan intelijen yang tangguh, melindungi kepentingan nasional, serta menjaga stabilitas politik dan ekonomi di era persaingan global yang semakin intens.




