Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Hakim Andi Saputra mengajukan permohonan agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dibebaskan dari penuntutan terkait dugaan korupsi pembelian Chromebook untuk sekolah. Permohonan ini didasarkan pada sejumlah pertimbangan hukum dan fakta yang diungkapkan selama persidangan.
Berikut beberapa alasan utama yang disampaikan hakim:
- Kurangnya unsur kelalaian atau niat jahat: Hakim menilai tidak ada bukti kuat yang menunjukkan Nadiem secara sengaja mengabaikan prosedur atau memiliki niat korupsi dalam proses pengadaan.
- Peran teknis dan administratif terbatas: Sebagai Menteri, Nadiem lebih berperan pada kebijakan umum, sementara pelaksanaan teknis berada di tangan pejabat birokrasi yang bertanggung jawab langsung atas pengadaan.
- Adanya proses audit internal yang menolak temuan: Laporan audit internal Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa prosedur pengadaan telah mengikuti pedoman yang ada, meski terdapat beberapa penyimpangan administratif.
- Ketidaksesuaian antara tuduhan dan fakta materiil: Jaksa menuduh adanya overpricing, namun nilai kontrak yang diajukan tidak melebihi harga pasar yang dapat dibuktikan secara independen.
Hakim juga menyoroti bahwa membebaskan Nadiem tidak berarti menutup penyelidikan terhadap pihak lain yang terlibat, melainkan memisahkan tanggung jawab politik dari proses hukum yang harus dijalankan secara adil.
Jika permohonan ini diterima, Nadiem akan tetap menjadi saksi dalam persidangan, namun tidak akan dikenai dakwaan kriminal. Keputusan akhir tetap berada di tangan majelis hakim setelah meninjau seluruh bukti dan argumen dari kedua belah pihak.




