Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto secara pribadi hadir dalam rapat paripurna pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk menegaskan urgensi menyiapkan kebijakan fiskal yang tangguh di tengah situasi dunia yang penuh gejolak.
Ia menyoroti bahwa konflik bersenjata yang terjadi di berbagai wilayah—seperti invasi Rusia ke Ukraina, perang berkepanjangan di Yaman, ketegangan di Laut China Selatan, serta pemberontakan di beberapa negara Afrika—menimbulkan ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi yang berdampak langsung pada arus perdagangan, harga komoditas, serta stabilitas nilai tukar.
Berikut beberapa implikasi utama yang diutarakan Prabowo:
- Kenaikan harga energi dan bahan pokok akibat gangguan pasokan minyak dan gas.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah yang dipicu oleh pergerakan modal global.
- Peningkatan beban utang luar negeri karena suku bunga internasional yang naik.
- Penurunan investasi asing langsung (FDI) di sektor strategis karena risiko politik.
Dengan gambaran tersebut, Prabowo menekankan perlunya menyesuaikan alokasi anggaran 2027 untuk memperkuat ketahanan energi, memperluas cadangan devisa, serta meningkatkan dukungan bagi sektor pertanian dan industri dalam negeri. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan agar bersatu dalam menghadapi tantangan eksternal demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Keputusan untuk hadir secara langsung mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengantisipasi dinamika global dan memastikan RAPBN 2027 menjadi instrumen yang responsif terhadap perubahan kondisi internasional.




