Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Pertandingan antara Aljazair dan Austria yang berakhir imbang 2-2 pada laga penyisihan grup Piala Dunia menimbulkan kehebohan tidak hanya di antara pendukung kedua tim, tetapi juga menimbulkan spekulasi tentang konspirasi yang berusaha menyingkirkan Iran dari kompetisi.
Sejarah kelam “Aib Gijon” pada Piala Dunia 1982 menjadi bayang-bayang yang kembali muncul. Pada saat itu, Jerman Barat, Austria, dan Chile terlibat dalam pertandingan yang dianggap sengaja dimainkan untuk memastikan Jerman lolos dengan skor menguntungkan, sementara Chile tereliminasi. Banyak pihak menilai bahwa taktik manipulasi hasil pertandingan sudah menjadi bagian gelap sepak bola internasional.
Dalam konteks pertandingan terbaru, sejumlah analis mengamati keputusan wasit yang kontroversial, termasuk dua penalti yang diberikan kepada Austria dan satu gol yang dianulir atas Aljazair. Beberapa pengamat menilai bahwa keputusan tersebut mengubah dinamika grup, di mana Iran mengandalkan kemenangan melawan Aljazair untuk meningkatkan peluang lolos.
- Skor akhir: Aljazair 2 – 2 Austria
- Gol Aljazair: menit ke-23 (penalti), menit ke-68 (serangan balik)
- Gol Austria: menit ke-45 (penalti), menit ke-79 (serangan balik)
Iran, yang sebelumnya menambah poin melalui kemenangan tipis melawan Wales, kini berada dalam situasi yang rapuh. Dengan selisih gol yang tipis, setiap gol tambahan dapat menentukan nasib mereka. Kritikus berargumen bahwa tekanan politik dan ekonomi yang melibatkan negara-negara Barat dapat memengaruhi keputusan di lapangan, meskipun tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut.
Meskipun teori konspirasi menarik perhatian publik, FIFA menegaskan komitmennya pada integritas kompetisi dan menyatakan bahwa semua keputusan pertandingan telah melalui prosedur standar. Hingga kini, tidak ada bukti resmi yang mengaitkan hasil Aljazair-Austria dengan upaya menghalangi Iran.




