Anggota DPRD Jember Kena Teguran Keras karena Main Game dan Merokok Saat Rapat, Gerindra Ancam Pecat
Anggota DPRD Jember Kena Teguran Keras karena Main Game dan Merokok Saat Rapat, Gerindra Ancam Pecat

Anggota DPRD Jember Kena Teguran Keras karena Main Game dan Merokok Saat Rapat, Gerindra Ancam Pecat

Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah tertangkap kamera saat sedang bermain game di ponsel sekaligus merokok di dalam ruang rapat resmi. Aksi tersebut dianggap melanggar tata tertib pertemuan legislatif serta etika kerja yang dijunjung tinggi oleh lembaga pemerintahan.

Setelah video insiden tersebut beredar di media sosial, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang menjadi salah satu fraksi di DPRD Jember memberikan sanksi berupa teguran keras. Pimpinan fraksi menegaskan bahwa pelanggaran serupa tidak akan ditoleransi dan mengancam kemungkinan pemecatan jika anggota tersebut mengulangi perbuatannya.

Berikut rangkuman tindakan dan konsekuensi yang dijelaskan oleh pihak fraksi Gerindra:

  • Penegasan kembali aturan larangan merokok di dalam ruang rapat.
  • Pembatasan penggunaan perangkat elektronik pribadi selama sesi deliberasi, kecuali untuk keperluan resmi.
  • Pemberian teguran tertulis sebagai langkah pertama.
  • Peringatan bahwa pelanggaran berikutnya dapat berujung pada sanksi administratif hingga pemecatan.

Reaksi masyarakat pun beragam. Sebagian mengkritik rendahnya standar profesionalisme, sementara yang lain menilai tindakan fraksi Gerindra sudah tepat sebagai contoh penegakan disiplin. Sekretariat DPRD Jember menyatakan akan meninjau kembali protokol rapat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Kasus ini menimbulkan perdebatan lebih luas mengenai etika anggota legislatif di era digital, di mana godaan penggunaan gadget selama bekerja semakin meningkat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat regulasi internal serta meningkatkan pengawasan agar fungsi legislatif tetap berfokus pada tugas utama melayani publik.