Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Angkatan Laut Republik Indonesia berhasil menghentikan upaya penyelundupan mineral mentah strategis yang mengandung bahan radioaktif di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri), khususnya sekitar Pulau Batam. Operasi ini merupakan bagian dari langkah penguatan pengawasan maritim yang dilakukan TNI AL untuk mencegah kegiatan ilegal yang dapat mengancam keamanan nasional.
Tim operasi yang dipimpin oleh Komandan Koarmada II melakukan patroli intensif selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan intelijen, terdapat dua kapal yang dicurigai mengangkut mineral radioaktif dengan nilai total diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Setelah melakukan pemeriksaan dokumen dan pengecekan muatan secara fisik, petugas menemukan paket-paket mineral yang tidak sesuai dengan izin ekspor resmi.
- Penghentian kapal dilakukan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Batam.
- Mineral yang disita dipastikan mengandung unsur radioaktif berbahaya dan termasuk dalam kategori bahan strategis.
- Nilai total muatan diperkirakan mencapai beberapa triliun rupiah.
- Para pelaku penyelundupan telah diamankan dan kini berada dalam proses penyelidikan lanjutan.
Penangkapan ini menegaskan komitmen TNI AL dalam melindungi kedaulatan laut Indonesia serta mencegah peredaran bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan publik dan lingkungan. Kementerian Pertahanan menyatakan akan meningkatkan kerja sama lintas lembaga, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), untuk memastikan penanganan yang tepat terhadap bahan radioaktif tersebut.
Ke depan, Angkatan Laut berencana menambah jumlah kapal patroli dan memperluas jaringan sensor di perairan strategis, terutama di zona yang rawan penyelundupan. Langkah ini diharapkan dapat memperkecil peluang masuknya barang ilegal ke wilayah Indonesia.




