Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Menteri Investasi dan UMKM, Bahlil Tanjung, menyampaikan usulan asumsi harga minyak mentah internasional (ICP) untuk tahun 2027 berada pada rentang USD 70–USD 95 per barel. Usulan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi dinamika geopolitik yang memengaruhi pasar energi global.
Latar Belakang Geopolitik
Peningkatan ketegangan di wilayah Timur Tengah, kebijakan produksi OPEC+, serta fluktuasi nilai tukar mata uang asing menjadi faktor utama yang dapat menimbulkan volatilitas harga minyak. Pemerintah Indonesia menilai bahwa skenario harga menengah (sekitar USD 80) lebih realistis jika memperhitungkan ketidakpastian politik dan ekonomi dunia.
Target Produksi Minyak Indonesia
Berdasarkan asumsi harga tersebut, target produksi minyak mentah Indonesia pada 2027 diproyeksikan berada dalam kisaran 602.000 hingga 615.000 barel per hari (bph). Target ini diharapkan dapat mendukung stabilitas pasokan energi dalam negeri serta meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas.
Implikasi Kebijakan
- Penguatan cadangan devisa melalui pendapatan ekspor minyak yang lebih tinggi pada harga menengah.
- Peningkatan investasi pada eksplorasi dan produksi (E&P) untuk mencapai target lifting.
- Penyesuaian kebijakan fiskal terkait royalti dan bagi hasil bagi perusahaan migas.
Rincian Proyeksi Harga dan Lifting
| Asumsi Harga ICP (USD/barel) | Target Lifting (bph) |
|---|---|
| 70 | 602.000 |
| 85 | 608.500 |
| 95 | 615.000 |
Dengan menetapkan rentang harga yang realistis, pemerintah berharap dapat menyiapkan strategi kebijakan yang fleksibel, mengurangi risiko shock harga, dan menjaga kesinambungan pasokan energi bagi perekonomian nasional.




