Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Setelah bertahun‑tahun menjadi isu utama bagi umat Muslim Indonesia, masa tunggu keberangkatan haji resmi dipersingkat menjadi maksimal 26 tahun. Penurunan ini diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah pada hari Senin, menyusul upaya intensif pemerintah dalam meningkatkan kapasitas ibadah sekaligus menanggulangi antrean yang selama ini mencapai lebih dari tiga dekade.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menanggapi pencapaian tersebut dengan menekankan perlunya percepatan lebih lanjut. Dalam konferensi pers, ia menyatakan bahwa meskipun 26 tahun merupakan kemajuan signifikan, pemerintah harus terus berinovasi agar antrean haji dapat dipersingkat menjadi sepuluh tahun atau bahkan kurang.
- Penurunan antrean: Dari lebih dari 30 tahun menjadi 26 tahun.
- Strategi utama: Penambahan kuota, optimalisasi fasilitas, dan kerja sama internasional.
- Target jangka pendek: Mempercepat proses administratif dan meningkatkan infrastruktur pelatihan.
Berikut rangkuman data penurunan masa tunggu haji selama lima tahun terakhir:
| Tahun | Masa Tunggu (tahun) |
|---|---|
| 2019 | >35 |
| 2020 | 33 |
| 2021 | 30 |
| 2022 | 28 |
| 2023 | 26 |
Presiden Prabowo menambahkan bahwa percepatan ini tidak hanya mengurangi beban psikologis calon jemaah, tetapi juga meningkatkan efisiensi anggaran negara. Ia mengajak seluruh kementerian terkait, organisasi haji, serta sektor swasta untuk bersinergi dalam mengoptimalkan proses pendaftaran, pelatihan, serta penyaluran dana.
Para ahli menilai langkah pemerintah sejalan dengan rekomendasi Komisi Nasional Haji (KNH) yang menyoroti pentingnya digitalisasi sistem pendaftaran dan peningkatan kapasitas maskapai penerbangan. Di sisi lain, beberapa kelompok jemaah mengharapkan transparansi lebih dalam alokasi kuota dan penetapan prioritas.
Dengan agenda percepatan yang kini menjadi prioritas utama, diharapkan masa tunggu haji di Indonesia dapat turun lebih jauh dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan, menjadikan ibadah haji lebih mudah diakses oleh umat Muslim di seluruh Nusantara.




