ARF Tanggapi Sindiran PDIP: Krisis Listrik Akibat Batubara Telah Dimulai Sejak Menteri Sebelumnya
ARF Tanggapi Sindiran PDIP: Krisis Listrik Akibat Batubara Telah Dimulai Sejak Menteri Sebelumnya

ARF Tanggapi Sindiran PDIP: Krisis Listrik Akibat Batubara Telah Dimulai Sejak Menteri Sebelumnya

Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | JAKARTA – Sekretaris Bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi (ARF), memberikan klarifikasi atas sindiran yang dilontarkan oleh politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, terkait penanganan krisis listrik di Indonesia. ARF menegaskan bahwa gangguan pasokan listrik bukanlah konsekuensi kebijakan pemerintah saat ini, melainkan merupakan dampak yang sudah berlangsung sejak masa kepemimpinan menteri sebelumnya.

  • Keterbatasan kapasitas pembangkit listrik berbasis batubara yang belum optimal.
  • Keterlambatan dalam pembangunan pembangkit baru dan infrastruktur transmisi.
  • Ketergantungan berlebih pada sumber energi fosil tanpa diversifikasi energi terbarukan.

ARF menambahkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan pasokan energi, termasuk upaya mempercepat proyek pembangkit listrik tenaga air dan energi terbarukan. Namun, proses implementasi memerlukan waktu, dan akibatnya gangguan pasokan listrik masih terasa oleh konsumen.

Dalam menanggapi komentar Deddy Sitorus, ARF menekankan pentingnya dialog konstruktif antar partai demi kepentingan nasional. Ia mengingatkan bahwa politik seharusnya tidak menjadikan krisis energi sebagai alat serang, melainkan menjadi pemicu kerja sama untuk memperbaiki kebijakan energi.

ARF juga menyoroti bahwa pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontrak pembangkit listrik berbasis batubara, serta memperkuat regulasi yang mendukung transisi energi. Ia berharap semua pihak dapat bersatu dalam upaya mengatasi tantangan kelistrikan, mengingat energi merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi.