Frankenstein45.Com – 14 Mei 2026 | Aryna Sabalenka, petenis Belarus berusia 28 tahun yang kini memegang peringkat satu dunia pada rangkaian WTA Tour, kembali menjadi sorotan utama setelah sesi wawancara kilat yang mengungkapkan detail pribadi dan profesionalnya.
Rival Terberat
Menurut Sabalenka, dua pemain yang paling menantangnya sejauh ini adalah legenda Serena Williams dan Iga Świątek. Pertemuan dengan Williams terjadi sekali di Australian Open 2021, dimana Sabalenka harus menyerah dalam tiga set. Sementara itu, catatan pertemuan dengan Świątek berjumlah 13 kali, dengan Świątek memimpin 8‑5, meski Sabalenka berhasil meraih dua kemenangan terakhir.
Pasangan Ganda Favorit
Di arena ganda, Sabalenka menyebut Elise Mertens sebagai rekan terbaiknya. Bersama Mertens, mereka mengumpulkan lima gelar ganda bergengsi, termasuk kemenangan di Indian Wells, Miami, US Open, Ostrava, dan Australian Open.
Turnamen Idaman
Meski telah mengangkat trofi US Open dan Australian Open dua kali masing‑masing, turnamen yang paling disenangi Sabalenka adalah Internazionali BNL d’Italia di Roma. Ia pernah menjadi finalis di sana namun belum berhasil menjuarai, menjadikannya motivasi tambahan setiap kali bertanding di tanah merah Italia.
Prediksi GOAT
Ketika ditanya tentang siapa yang layak disebut “Greatest Of All Time” (GOAT) dalam tenis, Sabalenka tidak ragu menyebut Novak Djokovic sebagai pilihan utamanya.
Kondisi Terkini dan Tantangan Mental
Sabalenka baru‑baru ini mengalami kemunduran di Roma, kalah di ronde ketiga dari Sorana Cîrstea dengan skor 2‑6, 6‑3, 7‑5 setelah tiga kali dipatahkan servis di set penentu. Kegagalan ini menandai keluarnya ia sebelum perempat final untuk pertama kalinya sejak Dubai 2025. Selama pertandingan, ia sempat mengambil jeda medis karena keluhan pada bagian punggung bawah.
Penampilan Sabalenka juga disebutkan dalam liputan mengenai persaingan di turnamen WTA lainnya, terutama menjelang French Open. Di Italian Open, ia berada di antara pemain‑pemain top seperti Coco Gauff, Mirra Andreeva, Iga Świątek, dan Elena Rybakina. Semua atlet tersebut tengah berusaha menaklukkan tekanan mental serta mengoptimalkan strategi di permukaan tanah liat, sebuah tantangan yang sama dihadapi Sabalenka.
Secara keseluruhan, Sabalenka terus menegaskan tekadnya untuk menambah koleksi gelar Grand Slam, mengatasi rintangan fisik, dan mempertahankan posisi puncak peringkat dunia. Dengan dukungan pasangan ganda yang solid, kecintaan pada turnamen Roma, serta keyakinan pada standar tertinggi tenis dunia, ia tampak siap menatap musim kompetisi mendatang dengan penuh keyakinan.




