Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Setiap tahunnya, Kota Pariaman di Sumatera Barat menjadi saksi megahnya prosesi Tabuik, sebuah ritual yang memperingati tragedi Karbala. Salah satu elemen yang paling memikat perhatian adalah atraksi gandang tasa yang dimainkan oleh Kelompok Tabuok Subarang.
Gandang tasa merupakan alat musik tradisional berbentuk tabung panjang yang terbuat dari kayu atau bambu, dilengkapi dengan kulit drum di kedua ujungnya. Suara dalamnya yang dalam dan resonan menambah nuansa khidmat sekaligus mengiringi gerakan simbolik para peserta.
Berikut adalah beberapa aspek penting dari atraksi gandang tasa dalam prosesi Tabuik:
- Peran simbolik: Irama gandang tasa menandai fase-fase penting dalam prosesi, seperti pembacaan doa, pengangkatan Tabuik, dan penutupan upacara.
- Teknik permainan: Anggota Kelompok Tabuok Subarang menepuk kedua kulit drum secara bersamaan dengan ritme yang teratur, menciptakan getaran yang terasa hingga penonton di sekitar.
- Visualisasi: Para pemain biasanya mengenakan pakaian adat berwarna cerah dan membawa gandang tasa berukir motif tradisional, menambah daya tarik estetika.
- Keterlibatan masyarakat: Masyarakat lokal, baik warga maupun wisatawan, berkumpul di alun-alun utama untuk menyaksikan pertunjukan, menjadikan acara ini sebagai titik pertemuan budaya.
Prosesi Tabuik sendiri dimulai pada tanggal 9 Muharram dan berlangsung selama enam hari, dengan puncaknya pada hari ketujuh ketika Tabuik dibawa menuju laut. Selama rangkaian acara, gandang tasa dimainkan secara berkala untuk menandai transisi antar segmen, memastikan alur upacara tetap teratur dan khidmat.
Keunikan atraksi ini tidak hanya terletak pada bunyi yang khas, tetapi juga pada kemampuannya menyatukan elemen musik, tari, dan ritual dalam satu rangkaian yang harmonis. Bagi para penikmat budaya, mendengar dan melihat gandang tasa beraksi merupakan pengalaman yang menggugah rasa hormat serta kebanggaan terhadap warisan Minangkabau.




