Awas Penipuan Validasi Data Jamaah Haji, Kemenhaj Imbau Waspada
Awas Penipuan Validasi Data Jamaah Haji, Kemenhaj Imbau Waspada

Awas Penipuan Validasi Data Jamaah Haji, Kemenhaj Imbau Waspada

Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan publik untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan petugas resmi dalam proses validasi data jamaah haji. Penipuan ini biasanya muncul melalui telepon, pesan singkat, atau media sosial, dengan tawaran bantuan mengisi data pribadi, membayar biaya administrasi, atau mengirimkan dokumen penting.

Berikut ciri‑ciri umum penipuan yang perlu diwaspadai:

  • Petugas menghubungi secara pribadi dan menuntut pembayaran melalui transfer bank, e‑wallet, atau voucher.
  • Permintaan data sensitif seperti nomor KTP, paspor, rekening, atau foto diri tanpa prosedur resmi.
  • Janji penyelesaian cepat atau jaminan tempat haji yang belum terverifikasi.

Kemenhaj menegaskan bahwa proses validasi data resmi hanya dilakukan melalui:

  1. Website resmi Kemenhaj atau aplikasi yang telah terdaftar.
  2. Loket pelayanan di kantor Kementerian atau Kantor Perwakilan Haji (KPH) setempat.
  3. Verifikasi tatap muka dengan petugas ber‑ID resmi yang dapat ditunjukkan.

Jika menerima panggilan atau pesan mencurigakan, langkah yang disarankan:

  • Segera tutup komunikasi dan jangan memberikan data pribadi.
  • Catat nomor telepon atau identitas pengirim, lalu laporkan ke call center Kemenhaj di 1500400 atau melalui layanan pengaduan online.
  • Konfirmasi keabsahan permintaan dengan menghubungi kantor KPH terdekat.

Selain itu, Kemenhaj mengingatkan bahwa tidak ada biaya tambahan untuk proses validasi data di tahap awal pendaftaran haji. Semua biaya resmi akan diinformasikan melalui surat resmi atau pemberitahuan di portal resmi.

Masyarakat diimbau untuk menyebarkan informasi ini kepada keluarga dan kerabat, terutama yang sedang menyiapkan keberangkatan haji, guna meminimalisir kerugian akibat penipuan.