Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Slamet, ayah dari F, 22 tahun, seorang santriwati di Pekalongan, kembali menjadi sorotan media setelah mengaku mengalami kehamilan tanpa melalui hubungan seksual. Menurutnya, ia merasa hamil sampai melahirkan, meskipun tidak ada kontak fisik yang dapat menjelaskan kondisi tersebut.
Pengakuan tersebut memicu perdebatan luas di kalangan netizen. Sebagian menganggapnya sebagai fenomena psikologis atau bahkan hoaks, sementara yang lain menilai perlu adanya penanganan medis dan psikologis.
Slamet juga menyatakan penyesalannya karena bayi yang dilahirkan F telah diadopsi oleh keluarga lain. Ia mengaku khawatir bahwa anak tersebut mungkin suatu saat akan kembali menjadi tanggung jawabnya, bahkan berpotensi menjadi wali bagi cucunya.
Berikut rangkuman fakta utama yang telah terungkap:
- Nama ayah: Slamet, usia tidak disebutkan secara pasti.
- Nama anak: F, 22 tahun, santriwati di sebuah pesantren di Pekalongan.
- Klaim kehamilan: Tanpa hubungan badan, mengaku hamil sampai melahirkan.
- Keputusan adopsi: Bayi hasil kelahiran F diadopsi oleh keluarga lain.
- Penyesalan: Ayah mengaku menyesal karena tidak dapat merawat cucunya secara langsung.
Pihak berwenang setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai kebenaran klaim tersebut. Namun, mereka menegaskan pentingnya pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mental dan fisik yang bersangkutan.
Kasus ini menambah daftar kontroversi keluarga yang viral di media sosial Indonesia, mengingat sensitivitas isu kehamilan tanpa hubungan seksual dan proses adopsi yang melibatkan anggota keluarga dekat.







