Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun

Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Puasa Asyura dilaksanakan pada hari kesepuluh bulan Muharram, hari yang memiliki kedudukan khusus dalam kalender Islam. Pada hari tersebut, umat dianjurkan untuk menunaikan puasa sebagai bentuk rasa syukur dan pengingat peristiwa bersejarah.

Berikut adalah bacaan niat puasa Asyura yang dapat diucapkan sebelum fajar:

Nawaitu shauma l-asyura yaumul ashabi wa ashhadu an la ilaha illa Allahu wahdahu la syarikalahu wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh

Artinya: “Saya berniat berpuasa pada hari Asyura, hari ke-10 Muharram, dan saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang tidak mempunyai sekutu, serta Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.”

Keutamaan puasa Asyura telah banyak disebutkan dalam berbagai riwayat, antara lain:

  • Menjadi penghapus dosa setahun yang lalu, sebagaimana sabda Nabi ﷺ bahwa puasa Asyura dapat menebus dosa tahun sebelumnya.
  • Menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah, karena puasa pada hari yang mulia termasuk amalan sunnah.
  • Mengganti puasa pada hari Arafah bagi yang tidak sempat berpuasa pada hari tersebut, sebagaimana hadits yang menyebutkan kedudukan puasa Asyura setara dengan puasa Arafah.
  • Menguatkan keimanan dan menumbuhkan rasa empati terhadap kaum yang berpuasa, terutama pada masa Nabi Musa a.s. yang berpuasa pada hari yang sama.

Selain niat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melaksanakan puasa Asyura:

  1. Berbuka setelah terbenam matahari dengan makanan yang halal dan tidak berlebihan.
  2. Menjaga niat tetap ikhlas semata-mata untuk Allah.
  3. Melakukan shalat tahajud atau ibadah tambahan pada malam hari untuk menambah keberkahan.

Dengan menunaikan puasa Asyura serta membaca niat dengan khusyuk, umat Islam dapat meraih manfaat spiritual yang besar, termasuk pengampunan dosa dan peningkatan kualitas keimanan.