Frankenstein45.Com – 01 April 2026 | Wakil Koordinator Komite Nasional KontraS, Andrie Yunus, mengalami cedera serius pada mata setelah terkena siraman air keras pada sebuah aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin sore. Siraman tersebut mengandung bahan kimia kuat yang menyebabkan iritasi akut dan kerusakan jaringan kornea.
Tim spesialis mata segera melakukan prosedur irrigasi intensif selama tiga puluh menit, diikuti oleh pemberian obat anti‑inflamasi, antibiotik topikal, dan tetes mata pelindung. Selama perawatan, dokter menekankan bahwa pemulihan penuh belum dapat dijamin dan ada kemungkinan Andrie harus menjalani operasi kornea di kemudian hari.
- Langkah pertama: irrigasi mata dengan larutan saline steril.
- Langkah kedua: pemberian obat anti‑inflamasi untuk mengurangi pembengkakan.
- Langkah ketiga: penggunaan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder.
- Langkah keempat: evaluasi lanjutan dengan OCT (optical coherence tomography) dalam 48 jam.
Andrie Yunus sendiri menyatakan rasa terkejut dan khawatir akan dampak jangka panjang bagi kemampuan visualnya. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan menyoroti penindasan terhadap aktivis, bukan untuk menciptakan kerusakan fisik pada peserta.
Pihak KontraS mengeluarkan pernyataan resmi yang menuntut penyelidikan menyeluruh atas penggunaan air keras dalam aksi publik, serta meminta aparat keamanan untuk menghentikan praktik serupa yang dapat membahayakan warga sipil.
Insiden ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan aktivis dan masyarakat umum mengenai prosedur keamanan dalam demonstrasi. Ahli kesehatan mata menekankan pentingnya penggunaan peralatan pelindung seperti kacamata keselamatan bila berhadapan dengan zat kimia berbahaya, serta perlunya prosedur darurat yang terstandarisasi di lokasi aksi.




