Bahlil Tegaskan Posisi Indonesia Semakin Kuat dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional pada Sidang DEN
Bahlil Tegaskan Posisi Indonesia Semakin Kuat dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional pada Sidang DEN

Bahlil Tegaskan Posisi Indonesia Semakin Kuat dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional pada Sidang DEN

Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Dalam rapat Dewan Energi Nasional (DEN) yang digelar pekan ini, Menteri Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa posisi Indonesia semakin kuat dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran atas pasokan energi dunia.

Bahlil menyoroti bahwa pemerintah telah melakukan serangkaian langkah strategis, antara lain memperkuat regulasi sektor energi, menyesuaikan kebijakan subsidi, serta mempercepat pengembangan energi nuklir. Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan regulasi yang adaptif menjadi kunci utama dalam memastikan stabilitas pasokan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berikut poin-poin penting yang dibahas dalam sidang:

  • Regulasi Energi: Pemerintah memperbaharui regulasi untuk mempermudah investasi di sektor energi terbarukan, termasuk insentif pajak bagi proyek energi surya dan angin.
  • Kebijakan Subsidi: Penyesuaian subsidi BBM dan listrik dilakukan secara terukur, dengan menargetkan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mengurangi beban fiskal negara.
  • Pengembangan Energi Nuklir: Indonesia menyiapkan roadmap jangka panjang untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) guna menambah kapasitas listrik nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain itu, Bahlil juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi. “Kita tidak bisa mengandalkan satu jenis energi saja. Dengan mengoptimalkan energi terbarukan, meningkatkan efisiensi, dan menyiapkan energi nuklir, Indonesia dapat mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga minyak dunia,” ujarnya.

Sidang DEN juga membahas upaya memperkuat infrastruktur energi, seperti pembangunan jaringan transmisi listrik yang lebih luas dan modernisasi kilang minyak. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan energi, termasuk pembangunan fasilitas penyimpanan gas alam cair (LNG) di beberapa pelabuhan strategis.

Dalam konteks geopolitik, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi pemain aktif dalam forum internasional terkait energi, sehingga dapat mengamankan pasokan energi yang stabil dan terjangkau. Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat akan menghasilkan ketahanan energi yang berkelanjutan bagi masa depan bangsa.