Balita 4 Tahun Meninggal Setelah Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet, Damkar: Masih Hidup Saat Dievakuasi
Balita 4 Tahun Meninggal Setelah Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet, Damkar: Masih Hidup Saat Dievakuasi

Balita 4 Tahun Meninggal Setelah Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet, Damkar: Masih Hidup Saat Dievakuasi

Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Seorang anak laki‑laki berusia empat tahun, yang diidentifikasi dengan inisial I, terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada sore hari. Menurut keterangan petugas pemadam kebakaran (Damkar), anak tersebut masih menunjukkan tanda‑tanda kehidupan saat tim evakuasi pertama kali mengangkatnya, namun sayangnya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal sesudah proses penanganan medis.

Insiden terjadi ketika I sedang bermain di sekitar area konstruksi yang belum dipagari dengan aman. Lubang berdiameter sekitar tiga meter dan kedalaman lebih dari satu meter, sehingga menimbulkan risiko tinggi bagi anak‑anak yang tidak diawasi secara ketat.

Rangkaian kejadian utama:

  • 15.30 WIB – I terperosok ke dalam lubang proyek.
  • 15.35 WIB – Saksi mata melaporkan kejadian kepada petugas keamanan lingkungan.
  • 15.45 WIB – Tim pemadam kebakaran dan ambulans tiba di lokasi.
  • 16.00 WIB – Tim evakuasi berhasil mengangkat I dari lubang, namun kondisinya lemah.
  • 16.10 WIB – Pasien dibawa ke rumah sakit terdekat, namun dinyatakan meninggal dunia.

Pihak pemadam kebakaran menegaskan bahwa upaya penyelamatan telah dilakukan secepat mungkin, namun kedalaman lubang dan kondisi anak yang terperosok membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit. Mereka juga menambahkan pentingnya pemasangan pengaman sementara pada area konstruksi yang berada di lingkungan pemukiman.

Petugas kepolisian setempat melakukan penyelidikan awal untuk menelusuri apakah ada kelalaian dalam pengamanan area kerja. Sementara itu, dinas sosial setempat berencana memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas mengenai keamanan anak di area proyek konstruksi, terutama di wilayah perkotaan yang padat. Pemerintah daerah diharapkan memperketat regulasi pengamanan situs konstruksi dan meningkatkan sosialisasi kepada warga tentang bahaya yang mengintai di area yang belum dijaga dengan baik.