Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Pemerintah terus memperkuat standar keselamatan di destinasi wisata nasional untuk menjamin pengalaman yang aman bagi wisatawan. Upaya ini dipercepat setelah tercatat adanya peningkatan insiden kecelakaan wisata sebesar 28,57 % pada tahun 2025.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) bersama Badan Jasa Raharja (Jasaraharja Putera) menargetkan perbaikan tata kelola keselamatan melalui serangkaian langkah strategis, antara lain:
- Penyusunan regulasi terpadu yang mengikat semua pemangku kepentingan di sektor pariwisata.
- Peningkatan kapasitas dan sertifikasi bagi operator wisata, pemandu, serta penyedia layanan transportasi.
- Penerapan sistem monitoring real‑time menggunakan teknologi sensor dan aplikasi mobile untuk melaporkan potensi bahaya.
- Pelatihan rutin bagi aparat keamanan, petugas taman nasional, dan staf hotel dalam penanganan darurat.
- Audit independen tahunan untuk menilai kepatuhan standar keselamatan.
Data insiden kecelakaan pada tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tahun | Jumlah Insiden | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| 2023 | 1.200 | – |
| 2024 | 1.540 | +28,33 % |
| 2025 | 1.970 | +28,57 % |
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan tingkat kecelakaan di tempat wisata dapat berkurang signifikan dalam lima tahun ke depan. Pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari pelaku industri, masyarakat lokal, dan wisatawan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman.
Implementasi kebijakan ini selaras dengan visi nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan.




