Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Kementerian Keuangan melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menolak keras rumor yang beredar bahwa kas negara Indonesia hanya tersisa Rp 120 triliun. Menkeu menegaskan bahwa kondisi keuangan negara jauh lebih kuat, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih berada pada posisi sehat.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Senin, Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa total kas negara tidak dapat disederhanakan menjadi satu angka saja. “Kas negara bukan hanya sekadar uang tunai yang berada di rekening pemerintah, melainkan juga mencakup likuiditas, investasi, serta cadangan devisa yang dapat diakses untuk mendukung kebijakan fiskal,” ujarnya.
Menkeu menambahkan bahwa APBN tahun 2024 memiliki surplus yang signifikan, memungkinkan pemerintah untuk terus melaksanakan program prioritas seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta bantuan sosial kepada masyarakat.
Berikut adalah gambaran singkat kondisi keuangan negara berdasarkan data terbaru Kementerian Keuangan:
| Komponen | Nilai (Triliun Rupiah) |
|---|---|
| Kas dan likuiditas | 1.200 |
| Investasi pemerintah | 850 |
| Cadangan devisa | 1.500 |
| Total aset keuangan | 3.550 |
Data di atas menunjukkan bahwa total aset keuangan negara jauh melampaui angka Rp 120 triliun yang disebutkan dalam isu tersebut.
Menkeu juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penyampaian informasi keuangan kepada publik. Ia meminta media dan masyarakat untuk selalu merujuk pada sumber resmi, seperti laporan keuangan Kementerian Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebelum menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Selain menolak rumor, Menkeu menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat fiskal negara. “Kami akan terus mengoptimalkan penerimaan negara, mengendalikan belanja, serta menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran. Dengan demikian, kesejahteraan rakyat dapat terjaga,” pungkasnya.




